Remaja Generasi Daud "Sadarkan" Pengguna Narkoba di Atambua
Melihat sepasang muda-mudi ini akan lewat, sekumpulan rejama tadi mencegah mereka dan menawarkan untuk ikut pesta miras dan shabu.
POS KUPANG.COM, ATAMBUA -Sekumpulan remaja sekitar empat orang, dua perempuan duduk melingkar sambil mengkonsumsi minuman keras (miras). Tak lama berselang datang lagi seorang remaja perempuan sambil membawa sebuah bungkusan berisi bubuk putih yang dikenal shabu-shabu, salah satu jenis narkoba.
Remaja perempuan ini bergabung dengan kumpulan remaja sebelumnya dan memperkenalkan barang yang dibawanya. Mereka berlima lalu terlibat pesta shabu-shabu sambil mengkonsumsi miras.
Beberapa saat kemudian, lewatlah sepasang muda-mudi dari Persekutuan Doa (PD) Generasi Daud yang akan ke gereja mengikuti kegiatan rohani, pemuridan. Melihat sepasang muda-mudi ini akan lewat, sekumpulan rejama tadi mencegah mereka dan menawarkan untuk ikut pesta miras dan shabu.
Sepasang muda-mudi ini dengan tegas menolak bahkan menceramahi kumpulan remaja ini. Kumpulan remaja ini pun dengan sengitnya melawan. Setelah sepasang remaja ini pergi, ternyata salah satu di antara kumpulan remaja tadi sadar dan bertobat. Dia rela kehilangan sahabat dan teman minum mirasnya hanya untuk mengikuti Yesus.
Demikian penggalan fragmen yang dipentaskan anak-anak dari PD Generasi Daud Atambua yang dipertunjukkan pada perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Pemuridan Kingdom Community Center (KCC) se-NTT di Rhome Theatre-Tanah Merah Atambua, Sabtu (16/1/2016) malam.
Perayaan yang mengangkat tema Hujan Akhir ini dihadiri persekutuan doa Generasi Daud dari daratan Timor, Alor dan Semau.
Pendeta David Lae dari PD Generasi Daud Atambua dalam khotbanyamengatakan, bagi para petani, hujan awal adalah saatnya petani menabur benih. Dan, benih yang ditabur itu pada saatnya akan dipanen atau dituai.
Ketika memasuki musim panen, akan ada lagi hujan yang namanya hujan akhir. Dalam konteks iman kepada Yesus Kristus, Pendeta David mengutip nubuat Yoel (2:23) yang berarti, hujan awal diimani terjadi pada 2000 tahun silam saat di mana Roh Tuhan turun atas para rasul yang disebut pentekosta. Pada masa kini, hujan akhir dimaknai sebagai masa di mana benih yang ditaburkan 2000 tahun silam itu telah berbuah dan siap dipanen. (roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suami-istri-pengedar-sabu_20151201_081547.jpg)