Sabtu, 13 Juni 2026

Liputan Khusus

Adi Lagur: Energi Matahari di NTT Tertinggi di Indonesia

PLTS Oelpuah dibangun oleh investor yang bersifat IPP (Independent Power Producer).

Tayang:
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Presiden Jokowi menandatangani prasasti peresmian PLTS Oelpuah, Minggu (27/12/2015). 

POS KUPANG.COM - Terkait kehadiran PLTS di Desa Oelpuah, berikut ini pandangan Adi Lagur, konsultan energi terbarukan. NTT memiliki potensi energi matahari itu luar biasa, termasuk yang tertinggi di Indonesia. Intensitas cahaya matahari yang bisa menghasilkan energi kurang lebih enam jam. Matahari itu bersinar delapan jam, tapi kan pada pagi hari satu sampai dua jam belum full. Jadi kalau dirata-ratakan, lima sampai enam jam itu intensitas cahaya matahari cukup baik.

PLTS Oelpuah dibangun oleh investor yang bersifat IPP (Independent Power Producer). Jadi, swasta yang bangun pembangkitnya terus PLN membeli energinya lalu menjual kepada masyarakat. Itu memang ada regulasinya. Kapasitas lima mega watt itu rata-rata karena sangat bergantung pada matahari. Pada jam tujuh pagi, PLTS hanya mampu memproduksi sekian mega.

Mengingat investasi itu harus dijual kepada PLN, pemanfaatannya bukan hanya di lokasi sekitar PLTS. Kalau pembangkit di Kupang atau Timor Barat itu sudah interkoneksi dari Kupang sampai SoE, Timor Tengah Selatan (TTS). Artinya, manfaatnya bukan hanya dirasakan orang di Kupang tetapi bisa didistribusikan arusnya ke sana. Suplai dayanya bisa mengisi gap pada siang, namun untuk malam, saya tidak tahu apakah mereka di sana (Oelpuah) pakai baterai atau tidak. Mungkin tidak. Jadi pada malam hari suplai daya listrik tetap dari pembangkit yang lain.

Pembangkit lisrik energi matahari tidak bisa independen. Kalau independen dia harus ditampung ke aki sehingga bisa diatur suplainya siang dan malam. Kalau terintegrasi ke jaringhan PLN maka harus ada pembangkit lain yang selalu beroperasi. Jadi dia (PLTS) hanya menambah daya yang dibutuhkan. Contoh di Kota Kupang, tetap mengoperasikan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel).

Keuntungan PLTS, salah satunya itu ramah lingkungan. Penyedia jasa dalam hal ini PT PLN (Persero) dapat membangun semua pembangkit bersumber dari energi terbarukan. Kita di NTT punya potensi angin, matahari, air, biogas bahkan arus laut.

Untuk kebutuhan penerangan saya gunakan energi terbarukan. Kalau listrik PLN padam, saya adalah orang yang tidak akan ribut karena saya punya power independen.

Saya pasang panel surya di atas rumah dan saya punya lampu-lampu LED dan DC yang saya charge dari panel surya. Saya punya konverter untuk mengubah arus, jadi siang charge ke aki malam ubah ke AC. Jadi kebutuhan lampu, laptop serta sound sistem sudah bisa terpenuhi kecuali kulkas dengan AC karena sekarang baru 300 watt panel surya dengan aki yang masih kecil.

Kalau soal perawatan itu sederhana dan yang jelas itu teknologi yang paling utama di sana adalah lempengan atau yang disebut modul. Jadi secara teori lempengan itu harus selalu bersih baru bisa memproduksi dan konversikan energi matahari ke listrik apabila full intensitas cahaya. Kalau mendukung dan hujan otomatis berkurang. Apa yang terjadi kalau misalnya matahari terik tapi debu menutupi permukaannya?

Sebenarnya sama seperti hujan atau mendung sehingga tidak bisa memproduksi energi. Kalau ada debu ya dilap kacanya pakai kain halus. Intinya permukaan panel harus selalu bersih. (jet)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved