Kado 2016

Nyatanya, hampir sepanjang waktu pergantian tahun semuanya sibuk dengan Handphone alias HP, SMS, line, WhatsApp alias WA

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

Parodi Maria Matildis Banda

POS KUPANG.COM - Dalam acara tutup tahun semalam, dia mendengar khotbah yang mengesankan dan siap untuk dibagikan kepada teman-temannya. Empat hal yang sering dipikirkan orang pada malam pergantian tahun yaitu syukur, refleksi, rencana ke depan dan harapan akan kado dari Tuhan.

Nyatanya, hampir sepanjang waktu pergantian tahun semuanya sibuk dengan Handphone alias HP, SMS, line, WhatsApp alias WA, facebook, BBM, dan lain-lain, ditambah bunyi petasan, konvoi keliling kota dan musik sampai pagi.

***
"Jangan panjang-panjang ya renungannya, aku sibuk nih," mata Rara tidak berpindah dari satu HP ke HP lainnya. "Aku juga! Lihat nih SMS, BBM, line, WA, semuanya perlu kubalas."

"Doa singkat saja," sambung Jaki. "Aku mau ikut konvoi dan pesta di tikungan."
"Puisi saja," kata Nona Mia setelah melihat ketiga sahabatnya asyik dengan HP.
"Tentang waktu," jawab Rara sambil melototi WA. "Hei, ini kabar dari temanku di Amrik. Tahun baru di sana sepi-sepi saja katanya."

"Lihat nih foto-foto temanku di Negeri Matahari terbit. Mereka juga rayakan tahun baru."

"Puisi tentang kebersamaan di tengah badai teknologi komunikasi," sambung Benza.
"Puisi yang indah untuk tahun 2016, agar pikiran dan hatiku memiliki kepekaan sebagai kepekaan sebuah puisi membaca berbagai tanda."

"Puisi yang tetap sebagai motivasi baru demi masa depan yang lebih baik. Puisi yang berharga untuk membangun kebersamaan dalam suka maupun duka pada tahun baru."

"Ingin benar kuubah masa lalu yang pahit sepanjang tahun 2015. Rasanya hidupku diliputi suka duka, sendirian. Aku ingin menghadapi 2016 dengan semangat baru, cara pikir, dan cara kerja yang baru. Karenanya kalian bertiga para sahabatku, harus mau menolong."

***
"Suka duka kita bukanlah istimewa karena setiap orang mengalaminya. Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh -Hidup adalah untuk mengolah hidup -bekerja membalik tanah-memasuki rahasia langit dan samodra -serta mencipta dan mengukir dunia," demikian kata-kata yang disampaikan Benza di hadapan ketiga sahabatnya. Penggalan puisinya WS Rendra yang berjudul Sajak Seorang Tua Untuk Istrinya'.

Penggalan puisi yang cocok untuk tahun 2016 setelah 2015 berlalu dalam suka dan duka. Seorang tua yang telah menulis untuk istrinya, sebuah puisi, puisi kehidupan untuk mengenang masa silam yang disajikan dengan manis oleh Rendra, 'tolehlah lagi ke belakang -ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya'.

"Ada empat hal yang biasanya direnungkan orang seputar pergantian tahun lama ke tahun baru," kata Nona Mia.

"Syukur, refleksi, rencana ke depan, dan kado dari Tuhan," sambung Benza.
"Akan kujelaskan satu-persatu ya," kata Nona Mia.

"Puisi saja! Singkat!" Jaki dan Rara masih asyik dengan HP SMS, line, WhatsApp, facebook, BBM, dan lain-lain, ditambah dengan bunyi petasan, dan rencana konvoi dan musik.

***
"Dan kenangkanlah pula -bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa menghadapi langit dan bumi, dan juga nasib kita. Kita tersenyum bukanlah karena bersandiwara. Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama,nasib, dan kehidupan," Benza membacanya dengan gaya dan irama puitis.

"Apa artinya ya?" Rara dan Jaki dalam dunianya masing-masing dunia SMS, line, WhatsApp, facebook, BBM, dan lain-lain, ditambah dengan bunyi petasan, dan janji untuk konvoi keliling kota dan musik sampai pagi.

"Senyum adalah suatu kedok? Kedok apa ya?" Tanya Rara.
"Senyum adalah suatu sikap? Sikap yang bagaimana?" Tanya Jaki

"Untuk 2016 kedok atau sikap ya?" Tanya Jaki dan Rara.
"Tergantung tujuan, kepentingan, pikiran, dan hati nurani," jawab Benza.
"Serta kesadaran kita akan tempat, ruang, dan waktu," sambung Nona Mia.
***

"Puisinya susah dimengerti," mata Rara tetap pada SMS, line, WhatsApp, facebook, BBM, dan lain-lain, ditambah dengan bunyi petasan, konvoi keliling kota dan musik sampai pagi. "Singkat saja, dan yang gampang-gampang saja."

"Atau langsung saja pada poin ke empat. Syukur, refleksi, rencana ke depan, dan kado dari Tuhan. Ya, kado dari Tuhan. Demi kebersamaan kita, kamu minta kado apa 2016 ini?"

"HP baru dengan fasilitas lengkap. Bisa SMS, line, WhatsApp, facebook, BBM, twitter, dan lain-lain. Mudah-mudahan Tuhan mengirimkannya kepadaku pada awal tahun ini."

"Kepribadian dalam kebersamaan. Mudah-mudahan Tuhan memberiku kepribadian. Dengar penggalan puisi ini, kita adalah kepribadian dan harga kita adalah kehormatan kita," jawab Benza.

"Kupinta senyum sebagai sikap. Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama, nasib, dan kehidupan," kata Nona Mia. "Nyambung dengan kepribadian dan kehormatan."

***

Menurut Jaki dan Rara, kepribadian, kehormatan, senyum, dan senyum sebagai sikap lebih mahal harganya dari HP. Jadi, nanti dulu untuk tahun-tahun 2017, 2018, dan seterusnya masih ada waktu yang lebih sempurna. Akan tetapi Nona Mia dan Benza menjawab dengan memberi kado tahun baru untuk kedua sahabatnya. Ini kadonya, "Jangan menunggu waktu yang sempurna sebab setiap saat adalah kesempurnaan bagi yang berusaha."

"Selamat tahun baru, 2016"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved