Jasa Medik dan Etos Kerja

Komentar itu bermakna banyak. Paling tidak menggugat hal paling hakiki dari kehidupan.

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

POS KUPANG.COM - Menyedihkan ketika membaca berita tentang uang jasa medik di RSUD Prof WZ Johannes Kupang yang belum terbayar selama 8 bulan. Ini suatu bentuk kinerja kurang baik dari petugas di RS tersebut.

Mengenai keterlambatan tersebut, Direktur RSUD Johannes, drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes mengatakan, terlambatnya pembayaran uang jasa medik adalah soal hati.

Komentar itu bermakna banyak. Paling tidak menggugat hal paling hakiki dari kehidupan. Betapa kita terlalu asyik dengan diri tanpa memperhatikan apa yang menjadi kepentingan orang lain dan orang banyak.

Dalam kaitan dengan kerja, masalah ketidakpedulian seperti ini disebut sebagai mundurnya etos kerja. Ungkapan, kalau bisa dipersulit kenapa mesti dipermudah, benar-benar terjadi di RS ini.

Kebiasaan kita menunda-nunda pekerjaan sebenarnya menjadi biang kerok dari masalah belum terbayarnya uang jasa medik tersebut.

Revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo belum terlihat di sana. PNS yang diharapkan menjadi ujung tombak dari revolusi ini tidak bisa diharapkan. PNS masih juga terjebak dalam pola lama dan belum profesional dalam menjalankan tugasnya.

Kita masih terseret pola pikir lama, kerja atau tidak kerja yang penting dapat gaji. Ketika berhadapan dengan cara berpikir seperti ini, maka semua bentuk pengabdian akan selalu diukur dengan uang. Dedikasi atau pengabdian menjadi nomor sekian.
Masalah jasa medik tentu bukan masalah uang semata, tetapi penghargaan kepada mereka yang telah mengabdikan diri bagi kemanusiaan.

Nilai luhur dari pengabdian sebenarnya terlihat pada masalah seperti ini. Setiap orang idealnya bertanggung jawab atas pekerjaannya. Dengan demikian, pelayanan akan merata. Kalau sekarang orang menumpuk pekerjaan, maka pekerjaan tersebut pasti akan terbengkalai.

Karena itu, menjadi tugas dari manajemen di RSU Prof WZ Johannes Kupang untuk melihat kembali tupoksi masing-masing pegawai. Mereka yang asal kerja sebaiknya dipindahkan saja dan diganti orang baru yang mau mengabdi.

Hal ini hanya bisa terjadi kalau ada keberanian dari pimpinan rumah sakit tersebut untuk mengambil tindakan. Di tangan drg. Dominikus Minggu Mere yang baru saja dilantik menjadi direktur kiranya berbagai persoalan selama ini perlahan tapi pasti bisa diatasi.*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved