Breaking News

Ingat Bikin Hidran

Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pasar itu, namun kebakaran pasar tetap saja menuai

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI TOHRI
Salah seorang pedagang memperbaiki sendiri kiosnya yang rusak akibat kebakaran Pasar Kasih beberapa waktu lalu 

POS KUPANG.COM - Sudah lebih dari tiga kali Pasar Kasih Naikoten 1 Kupang terbakar karena korslet listrik. Hal ini tentu menjadi perhatian serius semua pihak. Baik masyarakat sekitar, pedagang, pembeli maupun Pemerintah Kota Kupang.

Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pasar itu, namun kebakaran pasar tetap saja menuai kerugian yang tidak sedikit. Tidak saja kerugian materil yang diderita korban, namun juga kerugian immateril. Bahkan pemerintah pun mengalami kerugian karena rusaknya fasilitas dan sarana prasarana di dalam lingkungan pasar.

Dengan berulangnya kebakaran pasar, maka sudah saatnya masyarakat khsusnya pedagang pasar, terlebih mereka yang berdiam di pasar itu, harus benar-benar bisa meminimalisir kebakaran akibat korslet listrik itu dengan bebagai cara. Salah satunya yakni dengan memasang instalasi listrik dengan baik dan harus menggunakan instalatir yang sudah berpengalaman.

Jangan karena hendak menghemat uang lalu menggunakan instalasi listrik abal-abal. Akibatnya baru berapa lama, bisa terjadi korsleting listrik yang mengakibatkan terjadinya kebakaran. Apalagi para pedagang suka sekali memasang atau menyambung sendiri kabel listrik ke tempat-tempat berjualan barunya.

Sementara itu antisipasi yang harus dilakukan pemerintah melalui PD Pasar yakni bagaimana memberikan sosialisasi kepada para pengguna pasar atau pedagang untuk tidak membangun bangunan yang terlalu mepet satu sama lainnya sehingga bisa mengantisipasi merembetnya api saat kebakaran.
Pemerintah juga seharusnya mulai membuat hidran atau kran air di sejumlah pasar di Kota Kupang. Hal ini berfungsi untuk cepat mengatasi atau memadamkan api jika terjadi kebakaran pasar.

Dengan demikian, ketika terjadi kebakaran di pasar, maka hidran itu bisa langsung difungsikan masyarakat atau petugas untuk memadamkan api.

Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa pemadam
kebakaran selalu lebih lambat datang ke lokasi kebakaran bahkan ketika tiba di lokasi kebakaran mobil tidak bisa nasuk lantaran jalan masuk ke lokasi itu tidak bisa diakses.
Jika sampai ke lokasi kebakaran pun, tidak banyak bisa membantu lantaran mobil pemadam kebakaran harus bolak-balik mengambil air dari tempat yang jauh.

Para pedagang pasar juga harus menyediakan jalan yang luas dan tidak menempatkan jualannya di ruas jalan masuk sehingga tidak menyulitkan kendaraan keluar masuk pasar.

Perlu juga dilakukan penataan pasar dengan membagi lapak atau tempat berjualan secara adil kepada para pedagang.
Bahkan petugas Pol PP seharusnya bisa rutin turun ke pasar untuk melakukan penertiban tergadap pedagang yang berjualan tidak di tempat yang semestinya.

Karena tak jarang banyak sekali pedagang yang berjualan di badan jalan, trotoar bahkan menjorok ke ruas jalan di dalam pasar sehingga menyukitkan akses keluar masuk.*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved