Narkoba di NTT
Napi Penerima Ganja Itu Anak Baik
napi penghuni Lapas Kelas 2A Kupang bernama Roberth, penerima 35 paket ganja kering, dikenal oleh keluarganya adalah anak baik dan pendiam
"Ada napi yang berulangkali masuk (lapas) bukan semata kesalahan Lapas. Ada anak yang nakal juga tidak selamanya karena kesalahan orangtuanya. Mungkin lingkungan atau stigma di masyarakat yang membuatnya terus nakal," kata Sitinjak.
Komisi I DPRD NTT telah mengagendakan waktu turun ke Lapas Kupang dan menanyakan langsung kepada Kepala Lapas Kupang soal peredaran ganja tersebut.
"Kami besok (Jumat, 23/10/2015) akan turun ke Lapas Klas IIA Kupang. Kami akan tanyakan langsung Kalapas kenapa narkoba masuk Lapas. Saya kaget begitu baca di koran polisi tangkap pengedar narkoba di dalam Lapas. Saya mencurigai ini ada sindikat mafia yang sudah terjalin lama dan kami dukung polisi usut tuntas jaringan narkoba ini," tegas Ketua Komisi I DPRD NTT, Kasintus Proklamasi Ebu Tho, Kamis (22/10/2015).
Ebu Tho mengatakan, terungkapnya peredaraan ganja di Lapas Penfui mengundang kecurigaan bahwa praktik ini sudah masuk jaringan sindikat mafia yang telah lama beroperasi. Tetapi, kenapa lolos masuk Lapas Penfui, yang penjagaannya sangat ketat.
"Ini saya nilai BNN kecolongan besar. Tidak melakukan deteksi terhadap peredaran narkoba. Kita prihatin dan kami Komisi I DPRD NTT mendesak polisi usut tuntas jaringan ini," katanya. (ira/vel/yon)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/lapas-anak-kupang-dibobol1_20150806_084123.jpg)