Minggu, 12 April 2026

5 Kapal Perintis Diluncurkan, KMP Ile Labalekan Rute Kupang-Hansisi

Lima kapal motor penyeberangan (KMP) perintis resmi diluncurkan pada Sabtu (29/8/2015) di Pelabuhan Penyeberangan Arar, Sorong, Papua Barat.

Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM, SORONG -- Lima kapal motor penyeberangan (KMP) perintis resmi diluncurkan pada Sabtu (29/8/2015) di Pelabuhan Penyeberangan Arar, Sorong, Papua Barat.

Kelimanya adalah KMP Lema yang menghubungkan Sorong-Waigeo, KMP Erana yang menghubungkan Kaimana-Tual. Lalu, KMP Ile Labalekan yang menghubungkan Kupang-Hansisi, KMP Moinit yang menghubungkan Amurang-Toli-Toli, dan KMP Bambit yang menghubungkan Marauke-Asmat.

Sebanyak empat kapal perintis itu, yakni KMP Lema, KMP Erana, KMP Ile Labalekan, dan KMP Moinit, berukuran 750 GT serta mampu mengangkut 196 penumpang dan 25 unit kendaraan. Sementara itu, KMP Bambit berukuran 300 GT dan mampu mengangkut 96 penumpang dan 11 unit kendaraan.

Peresmian lima kapal angkutan manusia dan barang ini dipimpin oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, didampingi Gubernur Papua Barat Abraham Octaviani Atururi, Bupati Sorong Stepanus Malak, dan pejabat lainnya.

"Kita pelan-pelan membangun tanah Papua. Kita usahakan sebisa mungkin transportasi di Papua dan Papua Barat semakin baik," kata Jonan.

Pengadaan lima kapal yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun jamak ini bertujuan merekatkan daerah-daerah terpencil di Papua dan juga Sulawesi. Program ini bagian dari upaya mewujudkan tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Salah satu prinsip pembangunan transportasi di era pemerintahan Jokowi adalah membangun dari wilayah yang terdalam, terluar, terisolasi, dan kerap diguncang bencana.

Sementara itu, Abraham mengatakan, pengadaan kapal angkutan orang perintis ini memiliki arti penting dan strategis bagi warga Papua Barat. Provinsi di barat Bumi Cenderawasih ini memiliki keterbatasan jalur transportasi, baik darat, laut, dan udara. Banyak wilayah yang terpisahkan oleh gunung, lembah, dan sungai sehingga sulit untuk dilintasi.

"Semoga keberadaan kapal ini dapat memperlancar perpindahan barang dan jasa dari satu tempat ke tempat lainnya secara tepat, cepat, dan berbiaya murah," kata mantan Bupati Sorong ini.

Dia mengaku yakin, penyediaan sarana dan prasarana transportasi ini mampu menggerakkan ekonomi lokal. Ongkos transportasi, khususnya barang, tak lagi berbiaya mahal yang menyebabkan harga barang dan jasa melonjak.

Pada kesempatan ini, Jonan juga secara simbolik meresmikan Pelabuhan Penyeberangan Arar dan Waigeo, serta gedung dan fasilitas Diklat Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sorong.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved