Bupati Timor Tengah Selatan Paul Mella Sebut tak Ada Dendam Politik
Sedangkan Sekda TTS, Salmun Tabun, mengatakan, pelantikan ini berdasarkan hasil kerja panitia seleksi.
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, SOE - Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Paul Mella menegaskan, pelantikan pejabat eselon dua di Pemkab TTS, Jumat (24/7/2015), merupakan hal yang biasa dalam birokrasi pemerintahan. Pelantikan itu juga bukan dalam konteks balas dendam politik.
"Proses seleksi pejabat eselon dua terbuka untuk umum dan sangat transparan. Tidak ada dendam politik, tapi sesuai dengan ketentuan aparatur sipil negara (ASN). Jadi jangan hubungkan pelantikan ini dengan kepentingan politik," katanya.
Sedangkan Sekda TTS, Salmun Tabun, mengatakan, pelantikan ini berdasarkan hasil kerja panitia seleksi. Pihaknya keberatan mengumumkan perengkingan karena secara etis kurang bagus.
"Kalau kita umumkan secara terbuka baik juga. Tapi tak enak karena ada yang nilanya bagus dan rendah. Tapi, kami pastikan seleksi ini tarnsparan karena melibatkan tim asesor dari Komisi ASN," katanya.
Sebelum pelantikan pejabat eselon dua beredar informasi jika penentuan kelulusan pejabat esalon dua sarat kepentingan dan dendam politik. Ada beberapa pejabat eselon dua diperpanjang masa kerjanya sesuai dengan UU ASN, yakni Elisama Boru, Aleks Tamonob, Bernadus Sae, Yan Tanaem, Maksi Misa, Hen Banamtuan, Okto Dida, Frit Nenobais dan Simon Raja Pono. Namun, tidak satupun yang diakomodir untuk menduduki jabatan eselon dua.
Seleksi pejabat eselon dua juga dinilai tidak transparan karena nilai seleksi tidak diumumkan secara terbuka kepada peserta.
"Kalau kami tidak mendapat jabatan lagi, jangan suruh kami untuk ikut tes. Selama ini kami mengikuti tes. Tiap hari hanya datang absen tapi tidak ada kerja. Jadi kami seperti orang bodoh di sini," ungkap salah seroang mantan pejabat.
Pelantikan ini tidak lepas dari desakan DPRD TTS yang menilai lowongnya pejabat eselon dua menjadi penyebab utama membengkaknya Silpa di TTS.
"Tiap enam bulan, kinerja pejabat eselon dua akan dievaluasi. Jika ada pejabat eselon dua yang tidak mampu memberikan kontribusi positif, maka akan diberikan surat peringatan. Kalau memang tidak mampu, mundur saja. Masih ada orang lain yang mampu," tegas Mella. (din)
14 PEJABAT ESELON II YANG DILANTIK:
1 Yan Tallo : Kadis Perhubungan
2. Edison Sipa : Kadis PPO
3. As Nabuasa : Kadis Kehutanan
4. Otniel Neonane : Kadis Pertanian
5. Semly Fallo : Kadis Dispencapil
6. Frits Tobo : Kadis Koperindak
7. Benyamin Billi : Kadis Peternakan
8. Yohanis Lakapu : Kadistamben
9. Yupiter Pah : Kaban Ketahanan Pangan
10. Obi Nahas : Kepala Badan Kepegawaian Daerah
11. Rongky Manbait : Kepala BKKBN
12. Aleks Nakamnanu : Kepala BLHD
13. Dominggus Banunaek : Kepala KP2T
14. Beny Molesu : Kepala Satpol PP