Bidan Desa di Kabupaten Kupang Jalan Kaki 26 Kilometer
Ditanya kenapa tidak menggunakan sepeda motor, Ny. Agnes mengatakan, ada lima unit sepeda motor dinas
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Bidan desa dan perawat di Puskesmas Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, harus berjalan kaki sepanjang 26 kilometer untuk menolong persalinan ibu hamil di Desa Letkole dan Desa Nifuneut.
"Kami harus berjalan kaki menyusuri Sungai Noemetan. Hanya itu jalan yang paling mudah. Tidak bisa lewat darat karena tidak ada jalan. Selain itu dihadang hutan dan semak belukar serta bukit yang terjal dan lembah yang curam," jelas Ny. Agnes Evi Puai, bidan desa dan rekannya Ny. Ida Benu, perawat setempat. Keduanya dihubungi, Kamis (26/3/2015) siang.
Ia menjelaskan, di Kecamatan Amfoang Barat Daya, ada empat desa, yaitu Desa
Manubelon, Desa Bioba Baru, Desa Letkole dan Desa Nifuneut. Desa Letkole dan Desa Nifuneut adalah desa terjauh dari Manubelon, Ibukota Kecamatan Amfoang Barat Daya.
Ditanya kenapa tidak menggunakan sepeda motor, Ny. Agnes mengatakan, ada lima unit sepeda motor dinas di Puskesmas Manubelon namun kondisinya sudah parah. Cuma bisa melewati jalan mulus.
"Selain itu sepeda motor tidak bisa lewat sungai karena melewati batu-batu besar di sungai. Kadang melewati kubangan air sungai sedalam pinggang orang dewasa. Siapa yang mau pikul sepeda motor? Kami tidak bisa. Lebih baik jalan kaki saja," jelasnya.
Ada dua rute yang dipakai untuk menjangkau Desa Letkole dan Desa Nifuneut, yaitu menyusuri Sungai Noemetan sejauh 26 kilometer atau menyusuri Sungai Katfali sejauh 30 kilometer. Jika berangkat subuh pukul 05.00 wita maka akan tiba 12 jam kemudian atau pukul 17.00 wita sore.
"Kalau musim hujan, terpaksa kami tidak bisa turun ke sana. Cuma berdiam diri di puskesmas dan melayani ibu hamil di desa yang terdekat saja," katanya.
Ny. Agnes mengaku hanya dia saja satu-satunya bidan desa berstatus PNS. Ia dibantu satu orang perawat berstatus pegawai honor dan empat bidan desa PTT. Ia sudah bertugas lebih dari tujuh tahun di Manubelon.
Baru-baru ini, ungkap Ny. Agnes, ada proyek PNPM Gizi Sehat dan Cerdas (GSC) masuk ke sana. Lalu ada bidan desa ditempatkan di Desa Nifuneut. Bidan ini digaji oleh PNPM. Lalu satu bidan desa tenaga honor dari Dinkes Kabupaten Kupang disuruh bertugas di Desa Letkole. Sedangkan di Puskesmas Manubelon, sejak tahun 2013 lalu hingga sekarang tidak ada dokter.
Sepanjang tahun 2014 lalu, Puskesmas Manubelon melayani persalinan 95 orang ibu hamil dari total 117 ibu hamil di empat desa.
"Sisanya terpaksa dilayani persalinannya oleh dukun beranak. Ini terjadi saat musim penghujan. Kalau musim panas, biar jauh sekalipun dan cuma berjalan kaki, kami pasti sampai ke rumah ibu hamil itu untuk menolongnya," kata Ny. Agnes.
Sedangkan periode Januari - Februari 2015, pihaknya sudah membantu persalinan 14 ibu hamil dari total 26 ibu hamil yang terdata oleh petugas. Semuanya ditolong persalinannya di Puskesmas Manubelon. (ade)