Rugi Rp 6 Miliar Cantika 77 Stop Layani Rute Sabu
Setahun Kapal Cepat Cantika Express 77 melayani rute Kupang-Sabu Raijua (Sarai). Selama itu pula armada ini mengalami kerugian mencapai Rp 6 miliar
POS KUPANG.COM,KUPANG--Setahun sudah Kapal Cepat Cantika Express 77 melayani rute Kupang-Sabu Raijua (Sarai). Selama itu pula armada ini mengalami kerugian mencapai Rp 6 miliar. Akibatnya, kapal cepat ini berhenti melayani rute ini.
Pemilik Kapal Fery Cepat Cantika Expres, Johny De Quelju, melalui ponselnya, Selasa (24/3/2015), mengatakan, kapal itu telah berhenti beroperasi seminggu yang lalu. "Kami terpaksa memberhentikan pelayaran rute Kupang-Sabu karena terus merugi. Sudah seminggu kita istirahatkan, " kata Johny.
Menurutnya, kerugian yang dialami itu terjadi karena selama ini jumlah penumpang ke Sabu Raijua selalu kurang. Terkadang penumpang hanya 20 hingga 40 orang saja dalam satu kali perjalanan. Selain itu lebih banyak penumpang tidak membeli tiket di loket sehingga ketika ditagih di dalam kapal penumpang membayar tidak sesuai tarif lagi.
"Tarif normalnya Rp 285 ribu per orang. Rata-rata mereka bayar di kapal Rp 100 ribu. Mau jadi apa kita kalau seperti ini? Apalagi dengan kondisi BBM yang terus mengalami kenaikan, maka operasional kami terus membengkak," jelasnya.
Jhony berharap, pemerintah Kabupaten Sabu Raijua bisa membantu melalui subsidi karena pihak perusahaan tidak mau mengambil risiko rugi dengan terus bertahan melayani rute yang tidak menguntungkan. "Kalau tidak, maka kami akan kesulitan dan tidak bisa lagi melayani rute Sabu Kami sudah bicarakan ini dengan Bupati Sabu Raijua," ungkapnya. (roy)
Bisa Kita Penuhi Subsidi
BUPATI Sabu Raijua, Marthen Dira Tome yang dihubungi terpisah, mengatakan, selama ini pihaknya tidak mengira kalau perusahaan mengalami kerugian. Dia mengaku telah meminta kepada manajemen kapal itu untuk jangan beroperasi setiap hari tetapi mengatur jadwal agar dua kali seminggu. Ini dimaksudkan agar bisa menekan biaya operasional dan juga penumpang bisa lebih banyak.
"Selama ini kita kira semua berjalan lancar, setelah tidak beroperasi dan saya kontak pemilik kapal dia menyampaikan mereka rugi," kata Dira Tome.
Dira Tome mengakui bahwa arus penumpang ke Sabu Raijua tidak tentu, kadang banyak penumpang tapi pada saat tertentu penumpang berkurang.
Soal subsidi dari Pemda Sabu Raijua yang diminta oleh pemilik kapal, Marthen Dira Tome mengatakan permintaan tersebut bisa saja dipenuhi Pemda.
"Bisa saja kita kita penuhi sama seperti daerah lain ada juga yang memberikan subsidi jika memang itu untuk kepentingan kelancaran pelayanan publik," ujarnya.
Dira Tome mengimbau kepada masyarakat Sabu Raijua untuk bekerja keras sehingga mampu membeli tiket dan tidak menumpang kapal tanpa tiket. "Karena tidak ada pengusaha yang mau rugi. Masyarakat harus bekerja keras, kalau ekonominya bagus, maka dengan sendirinya mampu beli tiket sesuai tarif. Jangan juga jadikan kapal itu sebagai kapal pesiar, padahal tidak bayar tiket sesuai tarif," pungkasnya. (roy)
* Penumpang Rata-rata Bayar di Kapal
* Tarif Resmi Rp 285 Ribu/Orang, Bayar Hanya Rp 100 Ribu
* Minta Pemkab Sabu Raijua Beri Subsidi