KPK Tetapkan Calon Kapolri Tersangka

Nasdem Tak Permasalahkan Siapa Pun yang Jadi Kapolri

Menurut dia, siapa pun yang nantinya menjadi kepala Polri, hal itu tidak akan menjadi masalah bagi Nasdem.

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Ketua DPP Partai Nasdem Victor Laiskodat 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Ketua Fraksi Nasdem di DPR RI Victor Laiskodat menyatakan bahwa Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tidak pernah mengintervensi Presiden Joko Widodo dalam penunjukan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon kepala Polri.

Menurut dia, siapa pun yang nantinya menjadi kepala Polri, hal itu tidak akan menjadi masalah bagi Nasdem.

"Kita kepala Polri siapa saja, tidak ada masalah dengan Nasdem. Tidak harus Budi Gunawan juga, ya," kata Victor saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/1/2015).

Ketua DPP Partai Nasdem itu menyesalkan adanya anggapan bahwa Surya Paloh mengintervensi Jokowi. Ia mengakui bahwa Surya kerap diminta pendapat oleh Jokowi sebelum mengambil keputusan, tetapi tidak untuk menekan Jokowi.

"Saya pikir kalau ada anggapan Pak Surya menekan, itu sangat keliru karena keputusan penunjukan kepala Polri itu sepenuhnya adalah hak Presiden. Itu hak prerogatif Presiden," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Sembilan Syafii Maarif mengungkapkan bahwa Jokowi tidak pernah berinisiatif mengajukan Budi sebagai calon kepala Polri. "Jujur, itu sebetulnya pengajuan BG bukan inisiatif Presiden," kata Syafii seusai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2015).

Mantan Ketua PP Muhammadiyah itu menyatakan, informasi yang didapatnya ini cukup valid. Namun, pria yang akrab disapa "Buya" itu enggan mengungkapkan siapa yang telah mendesak Jokowi memilih Budi.

"Saya tak mau menyebut nama. Itu sudah rahasia umum, Anda harus tahu itu. Saya harus jaga hubungan baik dengan orang-orang itu," kata Syafii.

Buya juga mengungkapkan adanya perbedaan pandangan dari Dewan Pertimbangan Presiden agar Jokowi melantik Budi Gunawan. Menurut Buya, ada tiga orang anggota Wantimpres yang meminta agar Budi dilantik, tetapi ada pula yang menolak.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved