Internasional Terkini
Iran Tuntut Dewan Keamanan PBB Ambil Tindakan
Iravani mengatakan pernyataan Trump itu menegaskan posisi Iran yang sudah lama dipegang,
POS-KUPANG.COM, NEW YORK - Iran menuntut Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan segera, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengakui AS mencoba mempersenjatai para demonstran di Iran.
Dubes Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Dewan Keamanan PBB, menyebut Amerika Serikat telah mencoba mengubah protes damai di Iran menjadi kekerasan, kerusuhan, dan pertumpahan darah.
Baca juga: Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-35 Milik Amerika
Surat itu disampaikan setelah pengakuan Trump bahwa Washington telah mengirim senjata ke Iran.
"Kami mengirim senjata, banyak senjata. Senjata-senjata itu seharusnya diberikan kepada rakyat agar mereka dapat melawan para penjahat ini," kata Trump kepada wartawan di acara Paskah Gedung Putih.
"Tahukah Anda apa yang terjadi? Orang-orang yang menerima senjata itu menyimpannya," tambah Trump.
Presiden AS itu tidak menyebutkan siapa yang dituduhnya mengambil senjata tersebut. Tetapi seorang reporter Fox News mengutip Trump yang menyalahkan "perantara Kurdi" karena mengalihkan senjata tersebut.
Dalam surat tersebut, Iravani mengatakan pernyataan Trump itu menegaskan posisi Iran yang sudah lama dipegang, bahwa Washington telah memicu ketidakstabilan.
"Perilaku seperti itu sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat yang sudah lama ada dalam menciptakan, membiayai, dan mempersenjatai kelompok teroris di Timur Tengah dan sekitarnya," kata Iravani dalam surat itu.
"Ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB dan prinsip-prinsip serta aturan-aturan dasar hukum internasional," cetusnya.
Iravani mengatakan Amerika Serikat memikul tanggung jawab penuh atas semua kerugian dan penderitaan yang ditimbulkan pada warga sipil dan infrastruktur sipil selama kerusuhan Desember 2025 dan Januari 2026.
"Amerika Serikat, melalui intervensinya dalam urusan internal Iran, mempersenjatai elemen dan kelompok teroris, dan menyebarkan angka korban palsu, telah menjalankan kebijakan jahat terhadap Iran," tulisnya.
Iravani menekankan bahwa mempersenjatai dan mendukung kelompok bersenjata di wilayah negara lain memicu tanggung jawab internasional.
"Dewan Keamanan harus dengan tegas mengutuk pernyataan-pernyataan berbahaya ini," katanya.
"Dewan Keamanan harus memastikan bahwa pelanggaran-pelanggaran ini tidak dibiarkan begitu saja, dan secara jelas menyatakan bahwa setiap tindakan yang merupakan dukungan negara terhadap terorisme tidak akan ditoleransi dalam keadaan apa pun," tegasnya. (*)
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/DEWAN-KEAMANAN-PBB_5858.jpg)