Tamu Kita

Donovan Whitford: Menyelam itu Duniaku

Tak ada yang kebetulan saat Donovan Whitford, warga Negara Adelaide-Asutralia Selatan memilih menetap di Kupang-NTT dan menjadi WNI.

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Tak ada yang kebetulan terjadi di muka bumi ini. Begitu juga saat Donovan Whitford, warga Negara Adelaide-Asutralia Selatan memilih menetap di Kupang-NTT dan menjadi warga Negara Indonesia.

Pria yang hobi menyelam atau diving dan snorkeling ini sudah 'cinta' dengan pesona bawah laut di peraiaran NTT sehingga wajar jika dia enggan meninggalkan NTT. Donovan pun gencar mempromosikan wisata laut di NTT khususnya Alor ini kepada masyarakat dunia melalui berbagai media sosial dan websidenya.

Apa yang membuat Donovan memilih menetap di Kupang dan bagaimana dia memulai hobinya yang sangat menunjang pekerjaannya sebagai quide itu dan apa saja potensi bawah laut di NTT itu? Semua itu diceriatkan Donovan melalui wawancara ekslusif dengan wartawan Pos Kupang, OMDSMY Novemy Leo dan Hyronimus Modo, di Kupang, awal Dessemebr 2014 lalu.

Sejak kapan Anda datang ke Kupang. Apa yang membawa Anda ke Kupang?

Saya datang ke Kota Kupang ini sekitar tahun 1989 lalu atau sudah 26 tahun yang lalu. Saat itu saya diajak oleh Bapak saya, Graeme Whitford yang saat itu sedang menjalankan urusan bisnisnya di bidang kelautan termasuk bisnis pariwisata. Saat itu usia saya baru 19 namun saya langsung memutuskan untuk menetap di Kupang untuk membantu ayah saja menjalankan bisnisnya.

Apa yang diihat oleh anak berusia 19 tahun sehingga memutuskan untuk menetap di Kupang?

Sebagai orang Australia yang baru pertama kali datang ke Indonesia khususnya Kupang-NTT, saya melihat begitu banyak keunikan yang ada disini. Masyaratnya, tradisinya, terutama objek wisatanya dan peluang bisnisnya sangat menjanjikan. Khususnya di bidang pariwisata yang berkaitan dengan laut. Saya lihat ada sejumlah keunggulan di dalam laut NTT.

Saya dari Adelaide, Australia Selatan dan saya suka berenang khususnya snorkeling dan diving. Di Adelaide dan Perth, air lautnya terlalu dingin sehingga tidak banyak orang yang suka berenang dan menyelam disana. Tapi di Kupang, di NTT, selain pasirnya putih, air lautnya pun berwarna biru dan airnya hangat sehingga saya sangat suka dengan Kupang. Selama beberapa saat bolak balik kupang untuk membantu ayah menjalankan bisnisnya, suatu waktu saya lalu ditanya oleh ayah saya.

Katanya, "Donovan apakah kamu mau terus tinggal di Kupang. Kalau mau, maka kamu harus punya ijin kerja, tidak boleh hanya datang sebagai turis dan bekerja. Saat itu saya langsung menjawab, ya saya mau. Dan akhirnya sampai sekarang saya menetap dan bekerja di Kupang bahkan sudah menjadi warga Negera indonesia. Pekerjaan saya di Kupang ini berkaitan dengan hobbi saya yakni menyelam di dalam laut seperti snorkling dan diving. Saya juga menjadi quide untuk wisatawan nusantara dan mancanegara yang ingin melihat keindahan dasar laut di wilayah NTT.

Apa sebenarnya manfaat menyelam bagi Anda?

Setiap orang punya hobi dan hobinya tentu berbeda. Hobi yang positif tentu akan mendatangkan manfaat bagi orang itu sendiri. Saya sudah menyelam sejak umur 10 tahun. Saya sangat suka snorkeling dan diving. Setiap ada kesempatan, saya pasti menyelam dan saya tidak pernah bosan.

Mengapa? Karena setiap kali menyelam meski di tempat yang sama selama ratusan hingga ribuan kali, saya pasti selalu menemukan hal-hal yang baru dan menyenangkan, begitupun di perairan NTT ini. Dan hobbi saya itu sangat mendukung pekerjaan saya. Bagi saya, menyelam itu adalah duniaku.

Menyelam termasuk olahraga mahal, bagaimana menurut Anda? Dan menyelam juga banyak resikonya bukan?

Menyelam memang termasuk olahraga mahal namun tak seberapa mahal jika dibandingkan dengan kenikmatan yang bisa kita lihat dan rasakan dibawah laut sana. Bergitu banyak hal-hal indah yang saya bisa lihat di dasar laut, ikannya, karangnya, tumbuhannya dan alam bawah lautnya sangat indah dan mempesona.

Kalau bicara soal resiko, tentu semua hobbi dan kegiatan baik diatas udara, di daratan maupun di dalam laut, semua punya resiko masing-masing. Namun resiko itu bisa diminimalisir jika kita selalu mengikuti aturan main yang telah digariskan. Untuk menyelam misalnya, resiko bisa saja terjadi karena dua hal.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved