Breaking News
Rabu, 22 April 2026

Membongkar Kehidupan Pelacur Cina di Indonesia

Tertangkapnya beberapa wanita penghibur alias pelacur asal Maroko menjadi daftar panjang Indonesia menjadi tujuan untuk bisnis dunia malam.

Editor: Alfred Dama

Tertangkapnya beberapa wanita penghibur alias pelacur asal Maroko menjadi daftar panjang Indonesia menjadi tujuan untuk bisnis dunia malam.

Pelacur Magribi istilah pekerja seks Komersial asal Maroko sudah lama menjadi perbicangan warga setempat. Warga di kawasan Puncak resah dengan kehidupan mereka. Baca di sini

Bukan kali ini Indonesia menjadi tujuan pelacur dari Maroko. Bahkan dari negeri Cina sudah banyak beroperasi di Indonesia khususnya di Jakarta.

Kebanyakan para pelacur Cina yang di Jakarta itu berasal dari Provinsi Fujian, salah satu daerah termiskin di negeri Tirai Bambu.

Penulis mencoba ingin mengetahui pelacur Cina di Jakarta. Biasanya mereka terkenal dengan Cungkok atau amoy.

Di kawasan Kota Jakarta Pusat, tempat Karaoke itu selintas tak ada bedanya dengan tempat hiburan lainnya.

Nama tempat hiburan itu, Golden Flower. Di dalamnya nampak beberapa wajah oriental dengan kaos ketat dan celana pendek. Ada juga yang memakai pakaian bikini. Mereka senyum sambil menggoda para pengunjung.

Ternyata para wanita penghibur itu bukan Cina peranakan, tetapi didatangkan dari Cina. Mereka tidak lancar berbahasa Indonesia.

Pelacur Cina
Waktu menunjukkan jam 24.00, suasana karaoke itu sangat ramai. Berdasarkan informasi, ada pertunjukkan striptise yang pemainnya cungkok. Untuk melihat aksi mereka, harus merogoh kocek 1,5 juta.

Penulis hanya ingin mengorek lebih lanjut salah satu Cungkok. Salah satu penjaga menyanggupi untuk ngobrol dengan salah satu Cungkok.

Di tengah dentangan musik keras dan aksi striptis, penulis berhasil mewancarai sebut saja namanya, Xin Zee.

Xin mengakui datang ke Indonesia menjadi wanita penghibur karena tuntutan hidup. Di negerinya, kondisinya sangat miskin.

Lanjut Xin, berdasarkan informasi teman-temannya yang lebih dulu masuk ke Indonesia, wanita asal Cina menjadi favorit laki-laki hidung belang. Selain itu, tarifnya pun tinggi.

Kata Xin, persaingan antar pelacur di Cina pun sangat tinggi, dan belum tentu mendapatkan penghasilan yang tinggi.

Ia mengakui satu bulan bersih bisa mendapatkan Rp20 jutaan. Itu pun sudah bisa mengirim bulanan untuk keluarganya sekitar Rp5 jutaan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved