LPTP Sejalan dengan Program Pemkab Ende

Kondisi tersebut juga dialami para petani di wilayah Kabupaten Ende yang sebagian besar wilayahnya

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

POS KUPANG.COM, ENDE - Lembaga Pembangunan Teknologi Pedesaan (LPTP) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) membangun proyeksi curah hujan dan temperatur di Kelurahan Watuneso dan Desa Fatamari, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende.

Hal ini Diungkapkan Rindra Setiawan dari LPTP dalam acara workshop persiapan  pengembangan portal proyeksi iklim di Kabupaten Ende, Kamis (27/11/2014).
Dikatakannya, dampak perubahan curah hujan yang terjadi secara nyata telah menyebabkan gagal tanam. Kondisi tersebut mengakibatkan penurunan produktivitas pertanian di Indonesia. Tidak terkecuali dengan yang terjadi di Kabupaten Ende.

Kondisi tersebut juga dialami para petani di wilayah Kabupaten Ende yang sebagian besar wilayahnya beriklim kering dengan jumlah bulan kering lebih banyak dibanding bulan basah. Dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian dari saktor pertanian dan perkebunan. penduduk di Kabupaten Ende selalu dihadapkan dengan masalah kegagalan tanam dan panen akibat kondisi curah hujan yang cenderung berubah dari tahun ke tahun sebelumnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim ITB bekerjasama dengan LPTP telah melakukan penelitian yang menghasilkan informasi proyeksi curah hujan dan pola tanam hingga tahun 2019. Untuk mengoptimalkan hasil yang sudah diperoleh, maka kegiatan penelitian akan dilanjutkan dengan mengembangkan sistem informasi kalender masa tanam padi dan palawija yang dapat diakses oleh para penyuluh dan stakeholder terkait untuk kemudian disampaikan oleh para petani.
Sistem informasi tersebut juga dapat digunakan para pemangku kepentingan lainnya dalam merencanakan pembangunan ke depan dengan mengantisipasi perubahan parameter iklim seperti prediksi curah hujan mendatang.

Bupati Ende, Ir. Marsel Petu, saat membuka kegiatan tersebut, mengatakan, kehadiran LPTP dengan menggandeng ITB melalui riset iklim pada wilayah perdesaan tentunya sejalan dengan strategi pokok pembangunan daerah Kabupaten Ende yang mengedepankan pembangunan sesuai karakteristik berbasis wilayah desa/kelurahan.

Dengan spirit utama membangun dari desa dan kelurahan, maka sangat tepat kajian iklim ini karena dapat menjawab permasalahan pokok dan mendesak pada prioritas pembangunan bidang ekonomi, khususnya sektor pertanian pada 278 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Ende.

LPTP dan ITB yang difasilitasi melalui program  kemitraan untuk ketahanan telah menghasilkan instrumen proyeksi curah hujan dan temperatur di Kelurahan Watuneso dan Desa Fatimari, Kecamatan Lio Timur.

Desain kajian disusun amat sederhana dalam bentuk kalender curah hujan, dengan harapan terbaca dengan mudah oleh petani. (rom)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved