Ibu Rumah Tangga di Nunhila Tewas Gantung Diri
Jenasah Marselina ditemukan dengan posisi tergantung di dalam kamar di rumahnya, Kamis (30/10) sekitar pukul 06.00 Wita.
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Diduga depresi berat dan gangguan jiwa, seorang ibu rumah tangga, Marselina Lulu-Panie (51) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Jenasah Marselina ditemukan dengan posisi tergantung di dalam kamar di rumahnya, Kamis (30/10) sekitar pukul 06.00 Wita.
Aksi nekat ini dilakukan Marselina Lulu-Panie (51), ibu rumah tangga warga RT 15/RW 04 Kelurahan Nunhila Kecamatan Alak. Marselina diduga melakukan aksinya ini pada Kamis (30/10) subuh saat penghuni rumah lainnya masih terlelap.
Marselina mengakhiri hidupnya dengan cara melilitkan tali nilon pada lehernya lalu ujung tali dikaitkan pada kayu atap dalam kamarnya. Korban baru diketahui sekitar pukul 06.00 Wita saat salah satu anak korban, Yunita Miranda Lulu bocah berusia tujuh tahun masuk ke kamarnya. Saat itu Yunita melihat ibunya sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung.
Yunita kemudian melaporkan ke kakaknya, Feby Maryanti Lulu (13) dan selanjutnya diinformasikan ke kerabat lain, Noviyanti Lulu (24). Penemuan mayat korban gantung diri ini menghebohkan masyarakat sekitar. Mereka berdatangan ke TKP untuk melihat aksi nekat ibu rumah tangga ini.
Aparat keamanan dari Polsekta Alak dipimpin Kapolsekta Alak, AKP Marthen Kana, S.H, langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara. Tim medis dari Bidokkes Polda NTT dan RS Bhayangkara selanjutnya melakukan visum pada mayat korban. Hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolsekta Alak, AKP Marthen Kana yang dikonfirmasi secara terpisah di TKP mengakui kalau korban meninggal dengan cara gantung diri. "Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban murni gantung diri. Kita sudah amankan barang bukti tali yang dipakai korban untuk gantung diri," tandas mantan Kabag Ops Polres TTU ini.
Ia mengakui, korban diduga depresi dan mengalami gangguan jiwa. Informasi yang dihimpun, selama ini korban sering melakukan upaya bunuh diri namun selalu gagal dilakukan. Penyidik Unit Reskrim Polsekta Alak pun sudah meminta keterangan dari anak-anak korban serta sejumlah saksi lainnya guna penyidikan lebih lanjut. (dd)