Hutan Mangrove Semakin Gundul si Pantai Utara Flores
Hutan mangrove di wilayah pantai utara Kabupaten Sikka semakin gundul sehingga daratan sekitarnya semakin rawan terkena abrasi berat.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Simon Petrus Seli Tupen
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Hutan mangrove di wilayah pantai utara Kabupaten Sikka semakin gundul sehingga daratan sekitarnya semakin rawan terkena abrasi berat.
Pantauan Pos Kupang, Rabu (1/10/2014) siang, sepanjang 15 km lebih dari pesisir Nangahure, Magepanda menuju pesisir Desa Roroja, banyak dijumpai pohon mangrove yang telah porak-poranda. Jalur hijau yang sebenarnya merupakan sabuk pengaman hijau (green belt) pantai, telah gundul dan gersang.
Hantaman gelombang pantai utara terus ke badan jalan, sebagian jalan aspal di kawasan itu rusak dan hampir putus.
Sepanjang pesisir pantai utara tak terlihat tumbuh pohon mangrove. Yang tersisa hanya pohon mangrove tua yang sudah mengering. Di hutan yang berbatasan langsung dengan laut, bahkan lebih memprihatinkan, terdapat sisa bekas-bekas penebangan liar oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Salah seorang, warga Kolisia B, Adam (32), saat dijumpai Pos Kupang di pantai Tanjung, Rabu (1/10/2014) siang, mengatakan, kondisi sangat memprihatinkan di pesisir utara saat ini adalah kegundulan hutan bakau. Menurutnya, dampak dari penggundulan hutan bakau mengakibatkan pengikisan air laut ke badan jalan, seperti yang dirasakan saat ini di kawasan jalan trans utara Flores.
"Kegundulan hutan bakau itu disebabkan ulah manusia. Salah satunya, aksi pembabatan secara liar untuk keperluan mereka. Jadi untuk menghindarkan terjadinya kegundulan yang semakin parah, kami mengharapkan pemerintah daerah segera turun tangan dengan memulainya lewat peninjauan secara langsung dan penanaman kembali mangrove,'' kata Adam.
Lanjut Adam, kegundulan hutan bakau yang melanda kawasan pantai utara, bahkan terus bertambah setiap tahun. Beberapa titik yang tadinya paling subur tanaman bakau menjadi gersang. Padahal, katanya, kawasan pantai utara sangat indah dengan taman laut pasir putihnya.
Sayangnya, nuansa keindahan itu perlahan direnggut abrasi berat yang kian memaksa sampai ke badan jalan raya. Pepohonan di pesisir pantai satu demi satu terangkat dengan akarnya, akibat kikisan air laut.
"Cegah segera sebelum tambah parah laut kita ini. Upayakan tanam kembali atau apa yang harus dilakukan agar hutan mangrove di laut kita ini tidak punah. Lihat saja sendiri, hantaman gelombang utara tidak menunggu kita. Tanggul sekarang sudah roboh, jalan-jalan di sini akan putus akibat hantaman air laut," tegas Adam.*