Minggu, 12 April 2026

Amuk Massa Karena Isu Potong Kepala

Massa mengamuk di Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi, dan nyaris merajam mati lima warga muka baru, Rabu (17/9/2014), diduga karena isu potong kepala

POS-KUPANG.COM, OELAMASI -- Massa mengamuk di Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi, dan nyaris merajam mati lima warga 'muka baru' di Pospol Erbaun, Rabu (17/9/2014), diduga karena isu potong kepala manusia.

Isu itu mengatakan kepala anak kecil dipakai sebagai tumbal untuk proyek pembangunan jembatan.

"Jangan percaya isu itu. Itu isu tidak bertanggung jawab. Sekarang teknologi canggih, bukan teknologi potong kepala manusia. Masak bangun jembatan pakai kepala manusia? Sekali lagi jangan percaya," tandas Kapolres Kupang, AKBP Drs. Dominicus Savio Yepormanse, Kamis (18/9/2014) sore.

Memang, kata Dominicus, dahulu kala, orang tua sering menakuti anaknya agar jangan pelesir jauh dari rumah dengan cara menuturkan ceritera bohong tentang perampok suka mencari kepala anak kecil untuk tumbal pembangunan proyek jembatan.

"Dulu saya masih kecil, juga sering ditakuti orang tua dengan ceritera tidak masuk akal itu. Supaya saya tidak nakal dan bermain jauh dari rumah dan kampung," kata Dominicus.
Menurutnya, tidak ada ilmu  teknik sipil di dunia ini yang mengajari orang membangun jembatan dengan menggunakan kepala manusia. Tetapi menggunakan batu, pasir, kerikil dan semen.

Tentang situasi di Desa Erbaun, lanjut Dominicus, sudah terkendali dan kondusif. Tidak ada warga yang bergerombol di pinggir jalan. "Lima warga muka baru itu masih diamankan di Mapolres Kupang. Keterangan mereka masih didalami. Hari ini anak buah istirahat dulu karena capek. Mungkin besok keterangan mereka didalami," jelas Dominicus.

Sebelumnya, beberapa warga Desa Erbaun, yang dihubungi lewat ponsel menjelaskan lima warga muka baru itu adalah 'Orang Koke', yaitu gerombolan perampok yang menyasar kepala anak kecil. Kepala anak kecil dipotong lalu dijadikan sesajen dan tumbal membangun jembatan dan bendungan raksasa.

"Kami curiga kalau mereka itu 'Orang Koke'. Perampok kepala manusia. Sekarang ini khan lagi musim proyek," kata seorang warga, menolak namanya dikorankan.

Sebelumnya diberitakan, sekitar 300 warga Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, mengamuk di Pos Polisi (Pospol) Baun, Rabu (17/9/2014), sekitar pukul 07.30 wita pagi. Mereka hendak merajam pakai batu lima warga 'muka baru' yang sebelumnya ditangkap warga setempat dan diamankan di Pospol Baun.

"Warga mengamuk karena ada informasi kelima warga tersebut hendak menculik anak kecil. Mereka sudah dua hari berkeliaran keluar-masuk desa tanpa tujuan jelas," jelas Kapolres Kupang, AKBP Drs. Dominicus Savio Yepormanse, melalui ponselnya, Rabu (17/9/2014) malam.

Beberapa warga RT 01/RW  01 Kelurahan Kuanino, Kota Kupang mengaku tidak mengenal Fabianus Timo Huki dan Junius D Thomas, yang menjadi sasaran amuk massa di Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Rabu (17/9/2014). Mereka menduga kedua orang itu tinggal di RT lainnya.

Beberapa warga Kelurahan Kuanino mengatakan hal itu ketika ditemui wartawan mencari tahu alamat Fabianus Timo Huki dan Junius D. Thomas di wilayah itu. Salah seorang satu warga  mengatakan, kemungkinan kedua pelaku masih ditahan di kepolisian.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved