Ratusan Hektar Jambu Mete di Sikka Mati Kekeringan
Pohon jambu mete yang merupakan komoditas andalan di wilayah itu tak lagi berproduksi.
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, MAUMERE -Ratusan hektar lahan jambu mete di kampung Habijanang sampai Wolomapang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, kini mati kekeringan akibat kemarau panjang.
Pohon jambu mete yang merupakan komoditas andalan di wilayah itu tak lagi berproduksi. Hilarius Enong (52), warga kampung Habijanang mengaku tak tahu mesti berbuat apa. Melihat lahan jambu mete miliknya di tanah seluas 1 hektar kini tak lagi berproduksi. Komoditas andalan yang selama ini menghidupi keluarganya, pada tahun ini tak lagi membuahkan hasil yang memuaskan. Pohon jambu mete tak menghasilkan buah. Bukan hanya itu, kemarau yang ganas musim ini juga telah mematikan sebagian besar pohon mete.
"Saya tidak tahu mau berbuat apa lagi, selama ini keluarga saya hanya bergantung pada produksi jambu mete. Jambu mete merupakan komoditas andalan saya dan keluarga," tutur Henong.
Menurut dia, lahan jambu mete miliknya masih bisa diandalkan tiga tahun lalu karena waktu itu curah hujan cukup. Kemudian diimbangi dengan harga pasar yang bagus.
"Tiga tahun lalu hasilnya lumayan karena cuacanya bagus, hasil bisa bertahan sampai musim berikut. Hasil jambu mete baik atau buruk sangat tergantung cuaca. Kalau saat berbunga hujan terus, akan gagal panen karena bunga mete pasti berguguran," katanya.
Ansel Open (42), warga Wolomapang juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya lahan mete di wilayah pedalaman Wairbleler, banyak yang dibakar karena tidak lagi berproduksi.
"Coba jalan ke wilayah kami pasti banyak kebun yang baru habis dibakar. Karena pohon mete banyak yang mati kekeringan sehingga petani membakar untuk membersihkan kebun,'' kata Ansel.
Ansel mengaku menjadi kuli di kebun orang untuk sekadar mencari uang makan sehari-hari. Pantauan Pos Kupang, Rabu (3/9/2014) siang, ratusan hektar mete di Habijanang sampai Wolomapang mati kekeringan. Sebagian lahan yang tak lagi berproduksi dibakar oleh pemiliknya. (jj)