Sabtu, 18 April 2026

Bike to Heritage 2014

Mengenal Sejarah Kota Kupang

Tanggal 24 agustus 2014, KKG, Tribun, termasuk Pos Kupang di Kupang menyelenggarakan event Gowes As'ik bersama Tribun dengan tema Bike to Heritage.

Mengenal Sejarah Kota Kupang - teluk_kupang1.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
PELABUHAN PERTAMA --- Situs sejarah berupa pelabuhan pertama Teluk Kupang di Kota Kupang.
Mengenal Sejarah Kota Kupang - kota_tua.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
KOTA TUA--Situs sejarah Kota 'Tua' Kupang yang berada di Jalan Siliwangi-Kupang. Gambar diambil, Jumat (8/8/2014) pagi.

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Tanggal 24 agustus 2014 mendatang kelompok koran daerah Kelompok Kompas Gramedia (KKG), Tribun, termasuk Pos Kupang di Kupang menyelenggarakan event Gowes As'ik bersama Tribun dengan tema Bike to Heritage. Kegiatan ini  berlangsung serentak pada 19 kota besar di Indonesia.

Tema Bike to Heritage atau bersepeda santai mengunjungi sejumlah situs sejarah yang ada di masing-masing kota yang menyelenggarakan Even Gowes As'ik ini sengaja diangkat, agar setiap anak bangsa bisa lebih mengenal, mencintai dan ikut melestarikan situs-situs sejarah yang ada di kotanya masing-masing.

Khusus Bike to Heritage di Kota Kupang, sebelas situs sejarah yang akan dikunjungi peserta Gowes As'ik bersama Tribun,

yakni Benteng Concordia, Tugu Pancasila, Teluk Kupang, Kota 'Tua' Kupang, Pabrik Es Minerva, Bioskop Raya (bioskop pertama di Kupang), Kantor Bupati Kupang, Toko Pertama di Kupang. Termasuk tiga rumah ibadah yang pertama kali didirikan di Kupang yakni Gereja Katedral, Mesjid Raya dan Gereja Kota Kupang.

Ketua Panitia, Novemy Leo, menjelaskan,  11 situs sejarah Kota Kupang yang ditempuh sepanjang 2,2 kilometer dimaksud akan dilalui peserta Gowes As'ik pada Minggu (24/8/2014) pagi mulai pukul 05.30 Wita. Start dan finish akan dilakukan di Pantai Tedys Kupang.

Novemy menjelaskan, situs sejarah di Kota Kupang ini lebih dari 11 tempat. Namun paling tidak dengan menyusuri 11 situs sejarah Kota Kupang itu, diharapkan masyarakat, khususnya peserta Gowes As'ik, bisa kembali mengenal, mengetahui dan memahami sejarah Kota Kupang. Bahkan lebih dari itu, peserta bisa lebih mencintai dan ikut melestarikan berbagai situs sejarah di Kota Kupang.

"Banyak diantara kita yang adalah orang Kupang tidak tahu apa saja situs sejarah dan bagaimana situs sejarah itu ada di tempatnya. Karena itu kegiatan Gowes As'ik bersama Tribun Pos Kupang 'Bike to Heritage' ini akan bisa membuat kita putra daerah dan orang luar NTT bisa lebih mengenal situs sejarah  di Kota Kupang ini," kata Novemy.

Untuk lebih mengenal 10 situs sejarah Kota Kupang yang akan dilalui peserta Gowes As'ik itu, maka mulai minggu ini, Pos Kupang akan menghadirkan latar belakang dan cerita di balik lahirnya situs-situs sejarah dimaksud.

Kota Kupang, Riwayatmu....
KOTA Kupang adalah sebuah kotamadya, sekaligus ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kotamadya ini adalah kota yang terbesar di pesisir Teluk Kupang, di bagian barat laut pulau Timor.

Sebagai kota terbesar di NTT, Kota Kupang dipenuhi oleh berbagai suku bangsa seperti Timor, Rote, Sabu, Tionghoa, Flores dan sebagian kecil pendatang dari Jawa.
Dengan luas wilayah Kota Kupang 180,27 km² plus jumlah penduduk mencapai 600.000 jiwa (2014) yang tersebar di  6 kecamatan dan 52 kelurahan.

Nama 'Kupang' sebenarnya berasal dari nama seorang raja, yaitu Nai Kopan atau Lai Kopan, yang memerintah Kota Kupang sebelum bangsa Portugis datang ke Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 1436, Pulau Timor mempunyai 12 kota bandar, namun tidak disebutkan namanya.

Dugaan ini berdasarkan bahwa kota bandar tersebut terletak di pesisir pantai, dan salah satunya yang strategis menghadap ke Teluk Kupang. Daerah ini merupakan wilayah kekuasaan Raja Helong dan yang menjadi raja pada saat itu adalah Raja Koen Lai Bissi.

Alkisah, pada tahun 1613, VOC yang berkedudukan di Batavia (Jakarta), mulai melakukan kegiatan perdagangannya di NTT dengan mengirim tiga kapal yang dipimpin oleh Apolonius Scotte.

Kapal itu menuju Pulau Timor dan berlabuh di Teluk Kupang. Kedatangan rombongan VOC ini diterima oleh Raja Helong, sekaligus menawarkan sebidang tanah untuk keperluan markas VOC. Pada saat itu VOC belum memiliki kekuatan yang tetap di tanah Timor.

Pada tanggal 29 Desember 1645, seorang padri Portugis bernama Antonio de Sao Jacinto tiba di Kupang. Antonio juga ditawari sebidang tanah untuk keperluan markas dan tawaran itu disambut baik oleh Antonio de Sao Jacinto.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved