Fasilitas Minim, Rana Mese Sepi Pengunjung
Obyek wisata Danau Rana Mese di Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), sepi pengunjung.
POS KUPANG.COM, BORONG -- Obyek wisata Danau Rana Mese yang terletak di tengah hutan lindung konservasi sumber daya alam (KSDA), Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), sepi pengunjung. Penyebabnya diduga karena fasilitas yang ada di area obyek wisata tersebut sangat minim.
Pantauan Pos Kupang, Selasa (2/7/2014) pagi, suasana di areal Danau Rana Mese tampak sepi. Yang terlihat hanya beberapa warga yang memancing ikan dan mengambil daun paku yang berada di sekitar danau.
Obyek wisata ini ditetapkan sebagai pusat pendidikan dan konservasi alam oleh pihak Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng. Di sekeliling danau terdapat belasan mata air. Sebagiannya mengalir dan meresap ke danau dan sebagianya mengalir ke hilir bagian selatan danau tersebut.
Danau Rana Mese memancarkan pesona yang alami. Terlihat bunga cantik nan indah, bunyian burung yang merdu. Tampak burung beterbangan kian kemari di lokasi danau itu. Kera-kera terlihat berada di sekitar danau yang didukung hutan yang lebat sehingga menciptakan suasana kesejukan dan sepi.
Obyek wisata alam Danau Rana Mese berada di pinggiran ruas jalan negara Ruteng-Borong. Jarak dari pemukiman warga Desa Golo Loni Kecamatan Rana Mese ke lokasi danau sekitar tiga kilometer.
Kepala TWA Ruteng, Ora Yohanes, yang ditemui Pos Kupang di Resort Konservasi TWA Ruteng Wilayah 111 Rana Mese, Rabu (2/7/2014), mengatakan, taman wisata alam danau tersebut kini sudah sepi pengunjung. Sepinya pengunjung yang berwisata ke danau tersebut karena minimnya fasilitas yang ada di dalamnya.
Ora mengatakan, para pengunjung datang pada waktu tertentu seperti saat waktu hari raya besar agama dan hari ulang tahun serta saat tahun baru tapi jumlah pengunjungnya sedikit.
"Danau Rana Mese memang sudah terkenal hingga ke manca negara. Namun fasilitas di dalamnya sangat minim," kata Ora.
Dikatakannya, fasilitas yang kurang mendukung dalam obyek wisata tersebut seperti tempat nginap, restoran dan kebutuhan lain para pengunjung.
"Wisatawan yang kunjung tidak bertahan lama dan hanya sekedar melihat, mengabadikan gambar dan pulang. Sementara pengunjung yang lama adalah para pelajar yang sengaja untuk piknik di obyek wisata ini," kata Ora.
Ora mengatakan, pihak TWA terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menata obyek wisata ini sehingga semakin banyak yang datang ke taman wisata alam Danau Rana Mese.
Turis Mancanegara
Sementara Petugas Jaga TWA Danau Rana Mese, Yeremias Tarus, kepada Pos Kupang mengatakan, yang berkunjung ke obyek wisata Rana Mese adalah turis mancanegara dan yang biasa menginap tamu burung.
Tarus mengatakan, karcis masuk bagi pengunjung langsung kepada petugas TWA Ruteng. Biaya karcis masuk untuk umum Rp 1.000, wisatawan Rp 5.000, pelajar Rp 500. Tarif kendaraan roda dua Rp 500 dan roda empat Rp 1000. Sedangkan tarif penginapan Rp 150.000.
Sementara yang mengambil foto obyek wisata yang berada di dalam Rana Mese, kamera tarifnya Rp 2.000 per lembar, video komersial Rp 3.000 rupiah, handycam Rp 7.500, penelitian Rp 45.000 untuk 1-6 bulan, dan berkemah Rp 5.000. (rr)