Debat Cawapres

Hatta Luruskan "Bocor" Prabowo

Hatta menegaskan, kebocoran itu bukan berasal dari kas APBN, melainkan dari sektor lain yang berpotensi menambah pendapatan Indonesia.

Editor: Benny Dasman

POS KUPANG.COM, JAKARTA- Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Hatta Rajasa meluruskan pernyataan pasangannya, Calon Presiden Prabowo Subianto. Pada debat dua pekan lalu, Prabowo mengatakan terjadi kebocoran anggaran negara Rp 7.200 triliun per tahun mengutip data KPK, sedangkan data sendiri kebocoran anggaran negara sebesar Rp 1.000 triliun per tahun atau Rp 3 triliun per hari. Hatta meluruskan bahwa kebocoran merupakan kerugian potensial atau potential loss.

"Pak Prabowo capres kami tidak mengatakan kebocoran itu bersumber dari APBN, wong APBN saja 1.800 triliun. Akan tetapoi, yang dimaksud, potential loss," kata Hatta dalam debat cawapres Jusuf Kalla di Gedung Bidakara, Jakarta, Minggu (29/6) malam.

Hatta Rajasa menjelaskan maksud calon presidennya, Prabowo Subianto, mengenai potensi kebocoran anggaran sebesar Rp 1.000 triliun setiap tahun. Hatta menegaskan, kebocoran itu bukan berasal dari kas APBN, melainkan  dari sektor lain yang berpotensi menambah pendapatan Indonesia.

Dalam debat dengan capres Joko Widodo 15 Juni silam, Prabowo mengutip data Ketua KPK Abraham Samad 7 September 2013. Dia mengaku, kebocorna keuangan negara mencapai Rp 7.200 triliun per tahun. Pernyataan ini mengguncang banyak pihak, bahkan pemerintahan SBY protes dan menyanggahnya.

Hatta menyampaikan, yang dimaksud Prabowo adalah hilangnya potensi pendapatan negara. Ia menegaskan, penyebabnya bisa berawal karena Indonesia hanya mampu menjual bahan mentah atau menjual dengan harga rendah sumber daya alam Indonesia, misalnya gas, minyak bumi, dan batu bara tanpa kemampuan untuk melakukan renegosiasi.

Pernyataan Hatta ini menjawab pertanyaan Jususf Kalla yang meminta Hatta menjelaskan kebocoran yang sering diungkapkan Prabowo. Kalla meminta Hatta menjelaskan perannya dalam menutup kebocoran itu selama menjadi menteri di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pemerintahan Pak SBY sudah melakukan perbaikan, jadi tidak betul kalu Rp 1.000 triliun itu berasal dari kebocoran APBN," kata Hatta, besan dari Presiden SBY. Putrinya Aliya, dinikahi Edhie Baskoro Yudhoyono.

Debat antarcawapres ini merupakan seri debat keempat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Topik yang diangkat adalah pembangunan SDM dan iptek. Sebelumnya, debat digelar antar pasangan capres dan cawapres, dan dua seri debat lainnya khusus mempertemukan antarcapres.

Sebelum debat calon wakil presiden Jusuf Kalla diantarkan calon presiden Joko Widodo sampai ke atas panggung debat di Hotel Bidakara. Jokowi mendampingi JK saat moderator debat Dwikorita Karnawati memanggil kedua calon wakil presiden untuk naik ke panggung. Pertama, Dwikorita memanggil Hatta naik ke atas panggung. Hatta yang mengenakan kemeja putih khasnya diantar panitia, sedangkan pasangannya, Prabowo Subianto tetap duduk di kursi.

Sementara Jokowi langsung menemani JK saat nama calon wakil presiden nomor urut dua itu dipanggil oleh moderator. JK terlihat mengenakan kemeja batik berwarna ungu.
Penonton yang hadir dalam debat calon wakil presiden RI tidak ramai seperti debat calon presiden, Minggu (29/6). Hal itu dilihat dari banyaknya bangku kosong di Hotel Bidakara. Kondisi ini tidak seramai debat capres pekan 22 Juni dan 15 Jun, yang mempertemukan Prabowo lawan Jokowi. (tribunnews/rek/fer/m4)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved