Selasa, 21 April 2026

Malaysia Airlines Hilang

Dua Teori Paling "Gila" Terkait Hilangnya Malaysia Airlines MH370

Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang belum juga membuahkan hasil memicu munculnya berbagai macam teori

Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM -- Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang belum juga membuahkan hasil memicu munculnya berbagai macam teori. Banyak yang spDua Teori Paling "Gila" Terkait Hilangnya Malaysia Airlines MH370ekulatif dan mungkin sulit dipercaya.

Diantara banyak teori yang berkembang, ada dua yang bisa disebut paling "gila". Pertama, MH370 sempat bersembunyi di balik pesawat Singapore Airlines SIA68. Kedua, MH370 jadi pesawat korban pembajakan cyber pertama di dunia.

Teori bahwa MH370 bersembunyi di balik SIA68 diungkapkan oleh Keith Ledgerwood. Slate.com, Senin (17/3/2014) menyatakan, ini adalah teori paling "gila".

"Ini saya sadari ketika saya melihat rute SIA68 sekitar pukul 18.00 UTC. Selama 15 menit berikutnya MH370 terus mengikuti SIA68," ungkap Ledgerwood seperti dikutip BBC, Selasa (18/3/2014).

Ledgerwood, seorang blogger yang mengamati dunia penerbangan, yakin bahwa MH370 bersembunyi di balik SIA68 dan sempat terbang di wilayah India dan Afghanistan.

"Karena MH370 terbang dalam "gelap" tanpa transponder, SIA68 tak akan tahu  bahwa MH370 sedang ada di sekitarnya, dan ketika memasuki wilayah udara India, keduanya hanya akan tampak dalam satu blip dalam radar di ATC (air traffic controller) dan militer di sana," jelasnya.

SIA68 sendiri terbang dari Singapore ke Barcelona. Di satu lokasi, seperti misalnya Xinjang, Kyrgyzstan, atau Turkmenistan, MH370 bisa memisahkan diri dan mendarat.

Bila teori "gila" pertama berkisar tentang bagaimana MH370 bisa tak terdeteksi banyak radar, teori kedua berkaitan dengan dugaan pembajakan. Soal pembajakan, walau banyak kalangan yang yakin, sampai saat ini hal itu masih dugaan.

Bagaimana MH370 dibajak? pakar anti-terorisme asal Inggris, Sally Leivesley, mengungkapkan bahwa pesawat modern macam Boeing 777-200ER bisa dibajak dengan USB atau telepon seluler.

"Tampak lebih dan lebih meyakinkan bahwa beberapa sistem kontrol diambilalih oleh dengan sengaja, baik secara manusal, seseorang duduk menguasai autopilot, atau dengan perangkat di lokasi lain yang mematikan sistem," kata Leivesley.

"Telepon seluler bisa digunakan untuk melakukannya, atau USB. Ketika pesawat di udara, Anda bisa memasukkan perintah dan kode yang memulai, dalam sinyal, sebuah proses tertentu," imbuhnya.

Hal itu lebih mudah dilakukan saat ini karena bahkan sistem in-flight entertainment juga bisa terkoneksi dengan USB penumpang.

"Apa yang kita temukan sekarang adalah bisa saja telepon seluler digunakan untuk memulai sebuah aplikasi jahat, atau malware, di komputer untuk memulai seluruh instruksi," jelasnya seperti dikutip Sydney Morning Herald, Selasa.

Leivesley mengatakan, sistem komputer pesawat memang mengagumkan namun bukan berarti tak ada celah untuk membobolnya.

"Ada beberapa cara (untuk membobolnya), bagaimanapun, karena ada gap dalam sistem tersebut dan perangkat genggam seperti telepon seluler bisa melakukannya," kata Leivesley yang bersama rekannya kini aktif melatih kalangan pemerintahan Inggris untuk melawan terorisme.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved