Proyek Rumah MBR Bermasalah

Rumah Seperti Kandang Hewan

KAMI tahu diri, tinggal di sini gratis. Tetapi, apakah dengan gratis lalu kami tidak perlu mendapatkan kenyamanan untuk hidup

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/SIMON SELI TUPEN
Kondisi rumah-rumah di perumahan MBR di Manulai II, Kota Kupang, mulai rusak, sudah miring dan dindingnya berlubang. Gambar diambil, Senin (10/3/2014). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- "KAMI tahu diri, tinggal di sini gratis. Tetapi, apakah dengan gratis lalu kami  tidak perlu mendapatkan kenyamanan untuk hidup,'' kata Benediktus (47), warga perumahan MBR yang ditemui Pos Kupang di kediamannya di Manulai II, Kota Kupang, Senin (10/3/2014).

Ia mengatakan itu karena  fisik bangunan perumahan MBR tersebut tidak layak pakai karena konstruksi bangunannya tidak kuat. Bahkan, sejumlah rumah MBR tersebut sudah miring sana-sini.

''Untung letak perumahan ini tidak di ketinggian. Kalau tidak, sudah rata tanah saat musim hujan dan angin seperti kemarin, karena konstruksi bangunan tidak kuat dan kayu penyangga atap juga rapuh,'' ungkap Benediktus.

Benediktus menjelaskan, saat menempati rumah itu banyak bagian rumah yang harus diperbaikinya karena kondisi rumah kurang memadai. "Papan rumah ini, sudah dimakan rayap dan lubang sana sini seperti kandang hewan, padahal yang menempatinya manusia. Konstruksi bangunan miring sana-sini sewaktu hujan dan  angin, air  pasti mudah masuk ke dalam rumah,'' ujarnya.

Magdalena (35), warga MBR lainnya, mengatakan, rumah di perumahan MBR Manulai II sebanyak 135 unit. Saat ini yang sudah ditempati sekitar 80 unit. ''Banyak yang kosong dan rumah-rumah itu perlahan-lahan rusak dimakan rayap karena tidak diurus,'' ujarnya.

Magdalena mengungkapkan, kondisi rumahnya saat ditempati sudah rusak sana-sini. Namun, ia tidak memiliki biaya untuk perbaikan.

"Mau  ambil uang di mana untuk memperbaikinya," katanya. Ia menjelaskan, rumah yang ditempatinya itu sudah dua kali direhab. Namun, pengerjaannya terkesan asal- asalan sehingga rusak lagi. Untuk rehab rumah di perumahan itu, demikian Magdalena, setiap rumah dapat semen delapan zak untuk rehab lantai, teras dan plester.

Selain kondisi fisik rumah banyak yang rusak, kata Magdalena, WC yang disiapkan sempit dan lubang penampungnya dangkal sehingga baru digunakan beberapa bulan sudah penuh. "Semua WC di perumahan ini lubang pembuangannya dangkal," ungkap Magdalena.

Magdalena dan beberapa warga lainnya di perumahan MBR Manulai II mengharapkan  pemerintah memperbaiki rumah yang mereka tempati sekarang. Kalau ada dana perbaikan rumah, lanjut Magdalena, jangan buat proyek lagi, pemerintah langsung turun tangan perbaiki. 

Pantauan Pos Kupang di lokasi perumahan MBR Manulai II, Kota Kupang, Senin (10/3/2014), banyak rumah yang sudah rusak dan miring sana-sini. (jj)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved