Cuaca Buruk di NTT
Gelombang Pasang Hantam Waioti, 48 Tergenang 8 Rusak Berat
Daerah pemukiman warga di pesisir Pantai Waioti di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Daerah pemukiman warga di pesisir Pantai Waioti di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka kembali menjadi sasaran hantaman gelombang pasang dari Laut Flores Kamis (30/1/2014) malam.
Sebanyak 48 rumah warga sepanjang pesisir pantai tergenang air laut setinggi lutut orang dewasa yang masuk ke pemukiman warga.
Pemukiman yang tergenang air itu mulai dari samping SDI Waioti hingga Sinta Pub yang belum dibangun turap pengaman.
Selain itu, ada delapan rumah warga yang rusak berarti.
Belum ada evakuasi warga sampai sekarang.Namun jika masih tergenang hingga malam hari maka warga akan dievakuasi ke tempat yang aman.
Bencana di Waioti bukan saja merusaki rumah tapi bangunan SDI Waioti temboknya ambruk dan sekolah terancam roboh.
Demikian laporan Lurah Waioti, Silvester Yohanes, kepada Pos Kupang, Jumat (31/1/2014) sore.
Silvester menjelaskan,pihaknya sudah melaporkan kepada Pemkab Sikka agar memberikan perhatian termasuk Wabup Sikka,Drs.Paolus Nong Susar sudah ke lokasi guna meninjau bencana di Waioti.
"Kami sudah data rumah yang rusak ada delapan. Sedangkan yang tergenang air ada 48 rumah. Genangan air setinggi lutut itu berada di daerah yang belum ada turap. Warga memang belum dievakuasi ke tempat aman. Yang mana air masuk ke rumah warga sejauh 200 meter pada Kamis (30/1/2014) malam. Kalau sampai malam ini masih tergenang maka warga kami evakuasi lke tempat aman," kata Silvester.
Ia mengatakan, genangan air di Waioti sudah sering terjadi di pesisir Waioti yang sudah ada dana untuk pembangunan turap pada tahun 2014 ini.
Sebelumnya, Kepala BPBD Sikka, Silvanus Tibo mengatakan, sudah ada perhatian dari pemerintah membangun tanggul darurat dari karung berisi pasir.
Namun ia mengaku perlu dibangun turap biar pemukiman warga bisa aman saat musim barat setiap tahun.*