Lantik Bupati dan Wabup Nagekeo, Gubernur Titip Masalah Tanah

Elias Jo dan Paulinus Y Nuwa Veto resmi dilantik Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menjadi bupati dan Wakil Bupati Nagekeo

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat mengambil sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY -- Elias Jo dan Paulinus Y Nuwa Veto  resmi dilantik Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menjadi bupati dan Wakil Bupati Nagekeo periode 2013-2018 pada Senin (23/12/2014).

Bersamaan dengan pelantikan keduanya, Gubernur NTT menitipkan masalah tanah yang selama ini menjadi salah satu penghambat lajunya pembangunan di daerah itu.

Dalam acara pelantikan  bupati dan wakil bupati Nagekeo yang berlangsung di Aula Serba Guna Kantor Bupati Nagekeo tersebut, Lebu Raya menitipkan masalah tanah di seluruh wilayah Nagekeo kepada Elias dan Paul untuk dicarikan solusinya.

"Pada kesempatan ini saya menitipkan beberapa persoalan untuk dicarakan solusinya. Pertama,  masalah tanah  yang menjadi masalah paling krusial di Kabupaten Nagekeo. Akibat masalah tanah,  beberapa kebijakan percepatan pembangunan di Nagekeo seperti Bandara Surabaya II, investasi garam industri, serta pembenahan daerah irigasi  tidak dapat dilaksanakan. Dana yang dialokasikan pemerintah pusat ditarik kembali dan dialihkan ke daerah lain," kata Lebu Raya.

Lebu Raya menegaskan, masalah  tanah  harus  ditangani lebih serius, apapun kendala yang dihadapi. "Masalah tanah harus segera dituntaskan agar investasi bisa tumbuh di daerah ini dan rakyat mendapat manfaat ekonomi untuk hidupnya. Soal penataan Mbay sebagai pusat pertumbuhan ekonomo.

Mbay memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan untuk berkembang. Mbay memiliki sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, potensi tambang, pariwisata dan garam yang dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi dan  investasi," demikian Lebu Raya.

Dikatakan Lebu Raya, Mbay memiliki Bandara Surabaya II, pelabuhan laut Marapokot serta kebijakan pemerintah pusat sebagai kawasan ekonomi terpadu (Kapet) Mbay. Letaknya, yang cukup strategis berada di bagian tengah dan utara pulau flores, dataran rendah menjadi pusat dan simpul penghubung antar daerah seluruh flores dan Sulawesi.

"Ekonomi  utara harus didorong. Selama ini kita hanya ke barat, Surabaya. Harus buka peluang pasar ke Makasar melalui jalur utara," saran Lebu Raya.*

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved