Mengerikan, Nenek 70 Tahun Hangus Terbakar
Kebakaran Pasar Potulando atau Pasar Senggol di Kota Ende, Minggu (23/6/2013), ternyata memakan korban jiwa.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius
POS KUPANG.COM, ENDE -- Kebakaran Pasar Potulando atau Pasar Senggol di Kota Ende, Minggu (23/6/2013), ternyata memakan korban jiwa. Seorang nenek, Maria Fende (70), ditemukan hangus terbakar pada Kamis (27/6/2013), sekitar pukul 24.25 Wita, di reruntuhan tumpukan seng bekas kebakaran pasar itu.
Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin, di Hotel Grand Wisata Ende, Kamis (27/6/2013), mengatakan, penemuan jasad Maria berawal ketika ada anggota polisi yang berjaga di Pasar Senggol melihat seekor anjing mengais-ngais sesuatu di antara tumpukan seng bekas kebakaran.
Melihat itu, lanjut Musni, anggota polisi mengusir anjing tersebut, namun anjing itu datang lagi ke lokasi yang sama. Penasaran dengan hal itu, anggota polisi mendekati lokasi tersebut lalu membongkar beberapa lembar seng. Saat dibongkar, anggota polisi itu melihat jasad seseorang yang telah hangus dan sebagian anggota tubuhnya telah hilang, entah dimakan anjing atau hangus terbakar.
Musni menjelaskan, jasad Maria dievakusi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende untuk proses identifikasi oleh pihak dokter di rumah sakit itu. Polisi memastikan jasad Maria, sesuai keterangan dari para saksi, bahwa yang bersangkutan selama ini tinggal di dalam kompleks Pasar Senggol. Pasca kebakaran pasar itu, Maria tidak pernah terlihat lagi.
"Sebenarnya pada saat kebakaran ada yang mengatakan bahwa Maria tidak terlihat. Namun pihak keluarga tidak melaporkan kehilangan anggota keluarga. Setelah beberapa hari kemudian baru anggota keluarga mencarinya seiring penemuan jasad yang bersangkutan," kata Musni.
Hasil identifikasi dokter menunjukkan bahwa korban kebakaran di Pasar Senggol adalah seorang wanita yang dibuktikan dengan struktur tulang pinggul yang menunjukkan korban adalah seorang wanita. Keterangan lain menunjukan bahwa korban adalah Maria Fende karena seseusai keterangan para saksi bahwa hanya dia saja yang selama ini tinggal di dalam pasar. Juga sesudah kejadian kebakaran pasar, Maria menghilang dan besar kemungkinan menjadi korban kebakaran.
Musni mengatakan, jasad Maria seusai pemeriksaan oleh pihak polisi dan dokter diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pantauan Pos Kupang di kamar jenazah RSUD Ende, tampak jasad Maria tidak utuh lagi. Kedua kakinya tidak ada, sementara bagian tubuh lainnya telah hangus terbakar atau hilang.*