Konsultasi Psikologi: Orang Tua Menuntut IPK Tinggi
Saya Yanti, mahasiswi salah satu PT di Kupang semester IV. Saya mau curhat tentang masalah yang berkaitan dengan prestasi belajar.
Konsultasi Psikolog
Oleh : MKP Abdi Keraf, S.Psi, M.Si,M.Psi
Salam Om Abdi, Saya Yanti, mahasiswi salah satu PT di Kupang semester 4 (empat). Saya mau curhat tentang masalah saya yang berkaitan dengan perestasi belajar.
Ceritanya begini, ketika saya masih di bangku sekolah, orangtua selalu menuntut agar saya mendapat rangking di kelas dan tuntutan itu selalu saya penuhi. Apalagi orangtua senantiasa mengawasi belajar saya. Sekarang saat kuliah orangtua menuntut agar IPK saya harus tinggi.
Padahal sekarang orang tua tidak lagi mengontrol aktivitas belajar saya, mereka justru hanya mau tahu hasil akhir dari semesteran saya, melalui nilai atau IPK. Kadang sikap orang tua ini membuat saya jengkel.
Pikir saya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai atau angka-angka di bangku sekolah atau kuliah. Tapi bagaimana dia mengaplikasikan ilmu itu dalam kehidupan keseharian. Terus terang, saya sering ragu dengan kemampuan saya. Saya harus bagaimana om Abdi? Tolong sarannya. Yanti di Kupang.
Salam juga buat Yanti,
TERIMA kasih sudah menggunakan rubrik psikolog ini di SKH Pos Kupang. Yanti yang baik, semua orang tua menghendaki agar anaknya memiliki prestasi belajar yang tinggi.
Dan, tinggi rendahnya tuntutan orang tua terhadap anaknya itu tentu didasari oleh penilaian orang tua terhadap kemampuan anak. Jika orang tua menghendaki agar kamu memiliki prestasi yang tinggi, tentu mereka yakin bahwa kamu dapat mencapainya karena kamu punya kemampuan untuk itu.
Permasalahannya, bahwa antara kamu dan orang tua ada sedikit perbedaan persepsi dalam hal prestasi belajar. Saya tidak mengatakan bahwa apakah kamu salah atau orang tua yang salah.
Namun, sedikit gambaran yang bisa saya sampaikan, bahwa penilaian prestasi belajar dalam lembaga pendidikan formal memang didasarkan pada skala nilai. Nilai atau angka yang diperoleh paling mudah untuk menjelaskan atau menggambarkan standar kompetensi atau penguasaan seseorang pada materi yang diberikan berdasarkan penilaian orang lain pada kita.
Tuntutan orang tua agar kamu memiliki IPK yang tinggi, perlu dipandang sebagai harapan orang tua terhadap keberlangsungan pendidikan dan masa depan kamu.
Meraih prestasi terbaik dalam sebuah lembaga pendidikan karena kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh itu merupakan capaian yang sangat membanggakan dan itu sesungguhnya menunjukkan kualitas penguasaan kamu terhadap materi pelajaran.
Hal itu sangat bermanfaat jika nilai pada ijazah kamu sangat memuaskan, apalagi ketika memasuki dunia kerja nantinya. Karena hal ini sebenarnya menjadi salah satu indikator penilaian terhadap kualitas kemampuan kita di bidang kerja.
Mengenai orang tua tidak lagi mengontrol aktivitas belajar kamu, bukan berarti mereka tidak lagi memperhatikan kamu. Menurut saya, dengan usiamu saat ini disertai dengan kualitas kematangan emosi dan pikiran kamu sekarang, maka orang tua merasa kamu tidak perlu ditunggui lagi saat belajar.
Prestasi belajar yang pernah kamu capai di SMA dulu, hendaknya menjadi tolok ukur yang membanggakan bahwa sesungguhnya kamu memiliki kemampuan yang mumpuni untuk memasuki dunia kompetisi dalam bidang pendidikan tinggi.
Karena itu, apa yang menjadikan kamu ragu dengan dirimu? Perlu sedikit konsentarsi, fokus pada dirimu sendiri, kemudian memandang segala situasi yang kamu hadapi ini dari cara yang positif.
Ayo kerahkan semua potensi yang ada dalam dirimu seperti kemamuan, semangat, juga keyakinan akan dirimu yang berhasil dalam belajar, dan tentu mulailah dari sekarang karena sesungguhnya kamu sendiri menginginkan bisa mencapai prestasi yang membanggakan. Oke? Salam. *
Bagi yang ingin berkonsultasi masalah psikologi, silakan alamatkan ke mail poskpg@yahoo.com atau mcharryt4s@yahoo.com.