Jumat, 10 April 2026

Dana Bendungan Kolhua Akan Pindah ke Belu dan Kab Kupang

Untuk itu, bila proyek tersebut tidak bisa dilaksanakan maka dana Proyek Bendungan Kolhua akan pindahkan ke Belu dan Kupang.

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Ir. Charisal A Manu mengatakan, pada tahun 2010, Gubernur NTT mengatakan pelaksaan proyek pembangunan Bendungan Kolhua tidak bisa dilaksanakan dengan memaksanakan kehendak pada rakyat.

Untuk itu, bila proyek tersebut tidak bisa dilaksanakan maka dana Proyek Bendungan Kolhua akan pindahkan ke Belu dan Kupang.

Ia mengatakan, saat ini jika Kolhua belum siap, pihaknya akan mengalihkan pembangunan ke Kabupaten Belu dan Kabupaten Kupang.

Menurutnya, BWS sudah menjadwalkan untuk melakukan pengukuran dan penunjukkan titik yang jelas bersama Tim Sembilan karena selama ini polemik yang ada adalah BWS belum tentukan titik, tetapi untuk disain titik tersebut yang memiliki memiliki data yang valid seharusnya adalah Tim Sembilan. BWS membutuhkan 83,60 Ha untuk dibebaskan, entah siapa pemilik itu urusan Tim Sembilan.

Tim Sembilan belum kerja dan bendungan batal dilakukan, ia mengatakan, itu adalah tugas dari pemerintah propinsi dan pemerintah Kota Kupang untuk melakukan pembebasan lahan.
BWS, membangun infrastruktur. Kalau lahan ok, akan dibangun kalau tidak yah tidak bisa dibangun.

Ia menjelaskan, tahun 2009, pihaknya melakukan studi kelayakkan dari aspek teknis dan ekonomis  dan dinyatakan layak. Saat ini, sedang dilakukan kajian teknis untuk dampak lingkungan (amdal).

Terkait batas waktu, ia mengatakan, tidak bisa memaksakan kehendak kepada masyarakat, perlu pendekatan kultur, dan sebagainya.

Ia mengatakan, rencana pembangunan Bendungan Kolhua sudah dilakukan sejak tahun 2009 dan sudah dianggarkan dalam APBD, selama ini sebenarnya masyarakat memerlukan kejujuran atau isi hati dari Pemkot Kupang seperti apa. Harus duduk bersama dan warga jangan hanya teriak-teriak di luar.

Terkait lokasi, ia mengatakan, untuk Kota Kupang yang cocok hanya di Kolhua, karena menggunakan sistim grafitasi.
Ia mengatakan, bendungan Tilong memiliki operasional yang sangat besar, karena menggunakan pompa sehingga mengeluarkan dana Rp 1 M/tahun.

Bendungan Tilong didisain hanya untuk irigasi. Karena, Kota Kupang membutuhkan air baku, sehingga dibiarkan untuk memanfaatkan air dari Bendungan Tilong tetapi hanya 150 liter kubik.

Ia mengatakan, pembangunan Bendungan Kolhua dilakukan untuk kebutuhan air baku dengan sistim grafitasi. Di bendungan ini memiliki elevasi 162,5, dan yang direncanakan BWS 170,5, dan air akan mengalir saja tanpa ada biaya operasional seperti di Tilong, tinggal pemeliharaan saja.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved