Kamis, 9 April 2026

43 Rumah di Pantai Utara Nagekeo Terendam Air Laut

Gelombang pasang selama dua hari, Minggu (26/5) dan Senin (27/5/2013), merendam 21 rumah di Desa Marapokot

Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG..COM, MBAY -- Gelombang pasang selama dua hari, Minggu (26/5) dan Senin (27/5/2013), merendam 21 rumah di  Desa Marapokot dan  22 rumah diDesa Nangadhero, Pantai Utara Kabupaten Nagekeo.  

Gelombang pasang kali merupakan yang terbesar  selama sepuluh tahun terakhir. Puncak gelombang pasang diperkirakan akan terjadi hari ini, Selasa (28/5/2013). Gelombang pasang terjadi antara pukul 12.00 Wita sampai pukul 13.00 Wita.

Ahmat Tene, Warga Desa Marapokot yang ditemui Senin  malam, mengatakan, gelombang pasang di daerah itu terjadi hampir setiap tahun. Namun gelombang pasang kali ini, menurut Ahmad Tene, merupakan yang terbesar.  

"Setiap tahun air laut naik. Tetapi tidak sampai ke pemukiman. Kalau kali ini paling besar karena sampai ke pemukiman warga dan merendam rumah-rumah penduduk.  Air laut mulai naik  hari Minggu kemarin, pukul 12.00 siang (Wita).

Sedangkan hari ini, (Senin, 27/5/2013,red.) naik lagi jam  01.00 siang ( Pukul 13.00 Wita,red.). Dari posisi bulan di langit, kita perkirakan puncaknya besok (Hari ini, Selasa 28/5/2013). Kita tidak tahu ini gejala apa," kata Tene.

Ia mengatakan, gelombang pasang yang merendam pemukiman warga diperkirakan akibat dangkal dan sempitnya gorong-gorong menuju Dermaga Marapokot. "Gorong-gorong terlalu sempit. Apalagi material sisa agregat juga dibuang di situ. Ketika ;gelombang pasang, air laut  terpukul kembali ke pemukiman warga. Kecuali dibuat jembatan di tempat itu. Ini baru bulan Mei. Belum lagi masuk Musim Tenggara, pada Juni, Juli dan Agustus. Kita bersyukur ketika gelombang pasang tidak ada angin kencang dan gelombang besar.  Jadi tidak ada korban jiwa," demikian Ahmad Tene.

Gelombang pasang selama dua hari, katanya, sempat menghempas perahu milik Dinas Perikanan dan perahu milik nelayan setempat namun tidak menyebabkan kerusakan. Gelombang pasang juga sempat menggerus lantai rumah warga yang berada di pesisir Pantai Nangadhero. Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Sosial telah meninjau  lokasi bencana.

Demikian juga dengan Anggota DPRD Nagekeo, Paul Nuwa Veto yang kebetulan memilih tetap berada di Mbay daripada mengikuti acara `Jalan-Jalan DPRD Nagekeo" yang dibungkus rapi  dalam Kegiatan Studi Banding LKPJ Lima Tahunan Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved