Pemilihan Gubernur NTT

Daniel Tagu Dedo: Kami Dififnah

Dirut Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, S.E, merasa difitnah dengan isu bank yang dipimpinnya terlibat praktik politik uang dalam Pilgub NTT 2013.

POS-KUPANG.COM, KUPANG, PK -- Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, S.E, merasa difitnah setelah merebak isu bahwa bank yang dipimpinnya itu berkemungkinan terlibat praktik politik uang dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT, 18 Maret 2013.

"Selama ini kami bekerja profesional. Kami tidak pernah terlibat politik. Juga tidak bekerja untuk kepentingan politik paket tertentu. Tapi sekarang kami diseret-seret untuk masuk ke dalam kepentingan politik. Kami difitnah. Karena itu kami minta masyarakat jangan mempercayai isu-isu provokatif, isu-isu yang menyesatkan itu," ujar Daniel  dengan nada kesal ketika dihubungi Pos Kupang, Kamis (21/3/2013) petang. Saat dihubungi, Tagu Dedo masih berada di Jakarta.

Daniel mengaku  tidak sembarang mengeluarkan dana bantuan tersebut. Hanya untuk 21 kepala desa (Kades) terbaik dan tenaga pendamping desa mandiri terbaik. Total untuk 44 orang tersebut Rp 73,5 juta. "Mereka fitnah saya," tegasnya.

Daniel berada di Jakarta untuk mengikuti pertemuan membahas  BPD Online. Dalam pertemuan itu, dirinya sebagai Ketua Stering Komite.

"Saya di Jakarta. Saya memimpin pertemuan yang membahas BPD Online. Saya jadi Ketua Stering Komite Pembentukan BPD Online," ujarnya.

Dikatakannya, isu bahwa Bank NTT terlibat politik uang tidak tepat. Sebab Bank NTT tak pernah terlibat politik, termasuk dalam pilgub baru-baru ini.

Kalau pun ada surat perihal Penghargaan Bagi Kepala Desa dan PKM Desa Berprestasi Desa Mandiri Anggur Merah, lanjut dia, itu sebagai bentuk dukungan Bank NTT dalam menyukseskan program pemerintah.

Dia menyebutkan, pemerintah daerah adalah mitra Bank NTT. Apalagi selama ini, pemerintah telah menjadikan Bank NTT sebagai patrner dalam membangun daerah ini.  

Karena itu, lanjut dia, jikalau pemerintah daerah punya program, termasuk Desa Mandiri Anggur Merah, maka tepat bila Bank NTT membantu menyukseskannya. Apalagi selama ini, dana untuk program itu pun disalurkan melalui Bank NTT.

Daniel sangat menyesalkan trik pihak tertentu yang berusaha 'menjerumuskan' Bank NTT ke dalam lingkaran politik. Pasalnya, cara tersebut telah mencederai Bank NTT yang selama ini dibangun dengan cara-cara profesional demi memajukan daerah ini.

Ia menuturkan, kontribusi Bank NTT dalam mendukung program kerja Pemerintah Propinsi NTT dibawah kepemimpinan Gubernur Drs. Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur Ir. Esthon L Foenay, hanya berupa reward untuk kepada desa dan tenaga pendamping yang berprestasi dalam menyukseskan program pemerintah itu.

Reward itu pun, lanjut dia, berdasarkan penilaian Bappeda NTT. Dan, bantuan itu bukan berupa uang tunai, tetapi dalam bentuk buku tabungan. Bantuan itu pun sudah diserahkan sejak 20 Desember 2012, bertepatan dengan HUT NTT.

"Jadi, bantuan untuk kepala desa dan tenaga pendamping Program Desa Mandiri Anggur Merah itu, sudah diserahkan sejak 20 Desember 2012, bertepatan dengan HUT NTT. Jadi, tidak ada kaitan sama sekali dengan politik," tandasnya.

Bantuan dana yang diberikan itu, kata Tagu Dedo, seluruhnya berjumlah Rp 75
juta lebih. Untuk kepala desa Rp 2,5 juta dan untuk tenaga pendamping Rp 1 juta/orang. Bantuannya sebesar itu karena hanya beberapa kepala desa dan tenaga pendamping yang dinilai berprestasi dalam menyukseskan program Desa Mandiri Anggur Merah.

"Jika ini dinilai salah, lantas di mana kesalahannya? Tapi jika yang kami lakukan itu benar, membantu menyukseskan program pemerintah, memberi rangsangan kepada kepala desa dan tenaga pendamping untuk bekerja optimal demi suksesnya program itu, kenapa dibilang salah? Kami selalu bekerja profesional, sehingga apa yang diisukan itu telah memfitnah kami," tandasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Umum Bank NTT, Adrianus Ceme. Ia menyebutkan Bank NTT merupakan mitra kerja pemerintah. Sebagai mitra tentunya manajemen bank juga terpanggil menyukseskan program pemerintah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved