Kampanye Pilgub NTT

Chris Rotok Kampanye, 50 Ribu Warga Padati Lapangan Motang Rua

Kampanye di kampung halaman sendiri di Kota Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, Senin (11/3/2013) pagi

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, RUTENG -- Kampanye di kampung halaman sendiri  di Kota  Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, Senin (11/3/2013) pagi, merupakan  panggung besar bagi Cagub NTT 2013-2018, Drs. Christian Rotok dan Ir. Abraham Paul Liyanto (CristAL).  

Disanjung hampir  50.000 massa fanatik asal  Manggarai dan Manggarai Timur, Chris mampu 'membakar' fanatisme massa pendukung untuk  memenangkan paket CristAL dalam pemilihan  Gubernur NTT pada tanggal 18 Maret 2013.

Catatan Pos Kupang selama kampanye Pilgub NTT dimulai Jumat (1/3/2013) sampai Senin (11/3/2013), kehadiran massa CristAL  merupakan yang terbesar jumlahnya.  Kebanyakan warga Kota Ruteng melukiskan  puluhan ribuan massa itu sebanding jumlahnya ketika  umat Katolik Manggarai Raya merayakan pesta pentahbisan Uskup Ruteng, beberapa tahun lalu.

Ribuan manusia yang memadati lapangan Motang Rua sampai ke ruas jalan raya. Tak ketinggalan sejumlah wisatawan asing  menyaksikan kampanye itu. Meski terik matahari menyengat kulit, massa yang didominasi kaum pria dan wanita, tua dan muda berusia dewasa dari berbagai pelosok  tak bergeming dari lokasi kampanye. Satu jam sebelum Bupati Manggarai itu naik panggung, massa sudah membludak. Tak ketinggalan Wakil  Bupati Manggarai, Dr. Kamelus Deno, S.H, M.H, Sekda Manggarai, Manseltus Mitak, S.H, dan banyak pimpinan  unit kerja diundang mendengarkan kampanye CristAL.

Kehadiran puluhan ribu massa dari luar Kota Ruteng itu memacetkan seluruh jalur lalu lintas di dalam kota. Seluruh sudut jalan di dalam kota dijaga anggota Polres Manggarai.  Masyarakat yang hendak bepergian ke desa dan kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan angkutan umum.

Humas Paket CristAL, Valens Blikololong mengatakan, massa  yang datang  mencapai 50.000 orang  berasal  Kabupaten Manggarai Timur, yang dimekarkan  dalam masa kepemimpinan Bupati Manggarai, Chris Rotok dan Wakilnya, Kamelus Deno,  diangkut 100   truk, angkutan kota dan  angkutan pedesaan.

Dari wilayah utara  Manggarai, massa datang  dari Kecamatan Reok, Sambi Rampas, Cibal Barat dan Cibal diangkut  99 unit angkutan. Selain puluhan angkutan yang membawa massa  dari Kecamatan Satar Mese, Satar Mese Barat, Ruteng dan Rahong Utara dan tuan rumah warga Kecamatan Langke Rembong.

Puluhan ribu massa semakin histeris ketika Chris, didampingi  Ny. Hendrika Rotok, bersama timnya masuk ke panggung kampanye. Nama Chris  seolah menjadi   'nyanyian' massa mirip pesta rakyat di  pusat kota itu.

Pendeta  Peter  Tlonaen, tampil  pertama di panggung kampanye yang digunakan pada perayaan Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik, bulan Oktober tahun 2012, menghentak dan mengocok  perut  puluhan ribu warga.

Berbagai isu aktual dan  janji-janji kampanye yang pernah diumbar calon paket lain 'dibalikan' Peter  yang membawakan meteri kampanye  dalam Bahasa Indonesia yang sederhana, mudah dipahami dengan dialek   Timor Tengah Selatan (TTS) yang khas.
Peter membagi pengalaman  perjalanan  kampanye Paket CristAL di berbagai daerah  di NTT.  Chris dan Paul Liyanto selalu dipuji karena pembawaannya  yang sederhana, apa adanya, bersih dari  dugaan isu korupsi mendapat 'tempat' di hati masyarakat.

"Keliru kalau rakyat Manggarai Raya tidak bisa bersatu memenangkan CristAL. Kemenangan  CristAL adalah kemenangan rakyat NTT, karena  CristAL maju dengan dukungan ratusan ribu rakyat NTT dan bukan dicalonkan partai politik," tandas Peter.
Isu  pemberian uang, beras dan super mie, Peter mengkritisinya tegas. Ia mengingatkan bahwa pemberian itu merendahkan harga diri masyarakat yang disamakan dengan lima kilogram beras, uang Rp 50.000 dan super mie. Kesalahan menentukan pilihan pada 18 Maret 2013, kata Peter,  akan fatal dan  terus membawa penderitaan rakyat NTT.

Ketua Tim Paket CristAl, Yan R. Mboeik mengajak warga Manggarai Raya terus bersatu memenangkan CristAL dalam satu putaran. Dia meyakini kemenangan CristAL itu dari berbagai respon masyarakat selama perjalanan sosialisasi dan kampanye.

"Sudah ada bukti, masyarakat menyerahkan dengan sukarela sampai  500 ribu  KTP dan surat pernyataan tanda tangan basah. Kalau 500 ribu itu dikali dua, kenapa CristAL tidak jadi gubernur," kata Yan. (ius)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved