Selasa, 14 April 2026

Ujian Nasional

Astaga, Kebanyakan Siswi di TTU Tidak Ikut UN Karena Hamil

Astaga fakta ini mengejutkan. Mayoritas siswa di Kabupaten TTU yang tidak ikut ujian nasional (UN), ternyata karena alasan hamil.

Editor: Alfred Dama
zoom-inlihat foto Astaga, Kebanyakan Siswi di TTU Tidak Ikut UN Karena Hamil
Net
Ilustrasi
Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, KEFAMENANU --- Astaga  fakta ini mengejutkan.  Mayoritas siswa di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang tidak ikut ujian nasional (UN),  ternyata karena alasan hamil.

Fakta ini diperoleh dari para guru dan kepala sekolah yang ada di daerah itu dalam dua hari pelaksanaan UN,  Senin (16/4/2012) dan Selasa (17/4/2012).

Para guru  dan kepala sekolah memang tidak secara tegas menyebutkan kalau para siswi yang mengundurkan diri dan batal ikut UN karena hamil.  

Namun pernyataan  mereka  yang mengatakan, para siswa yang tidak ikut UN karena alasan sudah  berumah tangga menyiratkan bahwa para siswa tersevbut hamil.

Di Beberap sekolah, ada yang secara terang-terangan menyebutkan siswa yang tidak ikut UN karena hamil. Seperti di SMAN 1 Kefamenanu, SMAN 2 Kefamenanu. Kepala SMAN 1 Kefamenanu,  Yosep Obe mengatakan,  satu siswanya yang tidak mengikuti  UN tahun ini karena mengundurkan diri. Alasan pengunduran diri, katanya, karena hamil. Obe mengaku orang tua siswa sempat melakukan pendekatan ke pihak sekolah, namun sulit bagi pihak sekolah untuk mengizinkan siswi tersebut ikut  UN karena terbentur tata tertib sekolah.

Sementara di SMAN 2  Kefamenanu, seorang guru hanya mengatakan, satu orang siswanya  batal ikut UN karena telah berumahtangga. Lain lagi di SMAN Insana. Kepala SMAN Insana Remigius Sanit mengatakan, satu orang siswanya  batal ikut UN karena  lebih memilih berumah tangga.

"Kita pergi jemput dia sampai ke rumah. Tapi dia jawab kita `Saya Mau Kawin" . Kita tidak bisa berbuat banyak," kata Remigius.

Ia mengatakan,  di sekolah nyaris dua orang siswa tidak ikut UN. Namun satu siswa bernama viktoria bisa kembali ikut UN setelah dibujuk pihak sekolah dan memberikan kelunakan pembayaran uang komite. Viktoria, katanya, nyaris tidak ikut UN karena menunggak uang komite senilai  Rp 600.000,00 lebih.

Menanggapi adanya persoalan  tersebut,  Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU langsung meminta Remigius untuk memasukkan anak-anak kurang mampu seperti Viktoria dalam program beasiswa karena Dinas Pendidikan Kabupaten TTU menyiapkan juga beasiswa untuk siwa dari keluarga tidak mampu selain beasiswa untuk para siswa berprestasi.

Sedangkan untuk masalah siswa hamil dan tidak ikut UN, Saba mengatakan, saat ini pihaknya bersama sekolah-sekolah sedang menggalakkan pendidikan pembentukan karakter hamper di semua mata pelajaran.  

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved