Ujian Nasional
Astaga, Kebanyakan Siswi di TTU Tidak Ikut UN Karena Hamil
Astaga fakta ini mengejutkan. Mayoritas siswa di Kabupaten TTU yang tidak ikut ujian nasional (UN), ternyata karena alasan hamil.
POS KUPANG.COM, KEFAMENANU --- Astaga fakta ini mengejutkan. Mayoritas siswa di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang tidak ikut ujian nasional (UN), ternyata karena alasan hamil.
Fakta ini diperoleh dari para guru dan kepala sekolah yang ada di daerah itu dalam dua hari pelaksanaan UN, Senin (16/4/2012) dan Selasa (17/4/2012).
Para guru dan kepala sekolah memang tidak secara tegas menyebutkan kalau para siswi yang mengundurkan diri dan batal ikut UN karena hamil.
Namun pernyataan mereka yang mengatakan, para siswa yang tidak ikut UN karena alasan sudah berumah tangga menyiratkan bahwa para siswa tersevbut hamil.
Di Beberap sekolah, ada yang secara terang-terangan menyebutkan siswa yang tidak ikut UN karena hamil. Seperti di SMAN 1 Kefamenanu, SMAN 2 Kefamenanu. Kepala SMAN 1 Kefamenanu, Yosep Obe mengatakan, satu siswanya yang tidak mengikuti UN tahun ini karena mengundurkan diri. Alasan pengunduran diri, katanya, karena hamil. Obe mengaku orang tua siswa sempat melakukan pendekatan ke pihak sekolah, namun sulit bagi pihak sekolah untuk mengizinkan siswi tersebut ikut UN karena terbentur tata tertib sekolah.
Sementara di SMAN 2 Kefamenanu, seorang guru hanya mengatakan, satu orang siswanya batal ikut UN karena telah berumahtangga. Lain lagi di SMAN Insana. Kepala SMAN Insana Remigius Sanit mengatakan, satu orang siswanya batal ikut UN karena lebih memilih berumah tangga.
"Kita pergi jemput dia sampai ke rumah. Tapi dia jawab kita `Saya Mau Kawin" . Kita tidak bisa berbuat banyak," kata Remigius.
Ia mengatakan, di sekolah nyaris dua orang siswa tidak ikut UN. Namun satu siswa bernama viktoria bisa kembali ikut UN setelah dibujuk pihak sekolah dan memberikan kelunakan pembayaran uang komite. Viktoria, katanya, nyaris tidak ikut UN karena menunggak uang komite senilai Rp 600.000,00 lebih.
Menanggapi adanya persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU langsung meminta Remigius untuk memasukkan anak-anak kurang mampu seperti Viktoria dalam program beasiswa karena Dinas Pendidikan Kabupaten TTU menyiapkan juga beasiswa untuk siwa dari keluarga tidak mampu selain beasiswa untuk para siswa berprestasi.
Sedangkan untuk masalah siswa hamil dan tidak ikut UN, Saba mengatakan, saat ini pihaknya bersama sekolah-sekolah sedang menggalakkan pendidikan pembentukan karakter hamper di semua mata pelajaran.