Laporan Maxi Marho

Nelayan Rote Belum Terima 25 Ketinting

BAA, Pos-Kupang.Com--Sebanyak 25 unit perahu ketinting bantuan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) saat ini masih parkir dan ditambat di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tulandale-Ba'a. Ketinting ini belum dibagikan kepada nelayan setempat, namun dilaporkan tenggelam di perairan ini sehingga PPK Dinas Perikanan dan Kelautan Rote Ndao menurunkan tim ke PPI Tulandale.

BAA, Pos-Kupang.Com--Sebanyak 25 unit perahu ketinting bantuan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) saat ini masih parkir dan ditambat di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tulandale-Ba'a. Ketinting ini belum dibagikan kepada nelayan setempat, namun dilaporkan tenggelam di perairan ini sehingga PPK Dinas Perikanan dan Kelautan Rote Ndao menurunkan tim ke PPI Tulandale.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek perahu ketinting  Dinas Perikanan dan Kelautan Rote Ndao, Daniel Zacharias, dan PPK proyek pengadaan perahu ketinting dana DAU DKP Rote, Ir. Rainmalnus Louhenapessy, mengakui hal itu tersebut ketika ditemui di Dinas Perikanan dan Kelautan Rote Ndao, Sabtu (22/1/2011).

Menurut dua PPK ini, perahu ketinting yang pengadaannya menggunakan DAU Dinas Perikanan Rote TA 2010 sebanyak 21 unit. Perahu saat ini masih ada di pesisir pantai Desa Daudolu, Kecamatan Rote Barat Daya (RBD).  Ke-21 perahu ketinting ini belum bisa dibawa ke Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tulandale-Ba'a karena  perairan laut belum membaik.

Sementara perahu ketinting bantuan Departemen Kelautan dan Perikanan RI sebanyak 25 unit sudah ada di PPI Tulandale. Pengadaan perahu ketinting bantuan DKP RI menelan dana Rp 496.513.000,00. Sementara pengadaan 21 perahu ketinting menggunakan DAU Pemda  Rote Ndao menelan Rp 350 juta lebih.

Perihal informasi soal perahu ketinting tenggelam di PPI Tulandale, Rainmalnus Louhenapessy mengatakan bahwa informasi itu berawal ketika dirinya menerima informasi dari warga dan telepon dari Ketua Komisi C DPRD Rote, Elisabeth Dangku, S.E,  Jumat (21/1/2010) pagi, yang menyebutkan ada perahu ketinting milik Dinas Perikanan dan Kelautan Ndao tenggelam di PPI Tulandale.

"Setelah menerima informasi dan telepon Ketua Komisi C DPRD Rote Ndao, saya dan teman-teman langsung turun ke TPI Tulandale, Jumat (21/1/2011) pukul 10.00 Wita. Ternyata tidak ada perahu ketinting yang tenggelam. Jumlahnya tetap 25 perahu, yakni enam perahu berada di atas air, sementara 19 perahu lainnya diparkir di darat," kata Rainmalnus dibenarkan Daniel Zacharias.

Sebelumnya, ketika dipantau Pos Kupang bersama RRI dan Surya Inside,  Kamis (20/1/2011), jumlah perahu ketinting yang ada di TPI Tulandale 22 unit, yakni lima perahu mengapung di atas air, dan 17 unit perahu berada di darat. Hasil pantauan wartawan pada, Kamis (20/1/2011) ini dibantah kedua PPK ini dan menyarankan wartawan memantau ulang di PPI Tulandale.

Untuk menguatkan hasil pemantauan, wartawan memperlihatkan hasil rekaman kamera lima perahu ketinting yang ada di PPI Tulandale kepada Rainmalnus. Melalui hasil rekaman itu, dia menghitung jumlah perahu ketinting.

Meski demikian Rainmalnus tidak percaya rekaman wartawan. Saat wartawan hendak meninggalkan Dinas Perikanan dan Kelautan Rote, Sabtu (22/1/2011), seorang staf dinas menuduh wartawan mengada-ada terkait hasil pemantauan di lokasi PPI Tulandale lalu terjadi adu mulut dengan staf  dinas ini hingga PPK, Daniel Zacharias, minta maaf kepada wartawan terkait  perbuatan staf itu.

Untuk membuktikan kebenaran jumlah perahu ketinting itu, pada Sabtu (22/1/2011) sore, Pos Kupang dan wartawan  RRI kembali ke PPI Tulandale. Di lokasi PPI sudah terlihat ada perubahan jumlah, letak atau posisi perahu ketinting. Tujuh perahu ketinting dalam posisi tertambat tali, sedangkan yang terapung di  laut  yang terbagi dalam dua kumpul masing-masing  empat perahu satu kumpul dan tiga perahu ditambat agak jauh dengan kumpulan perahu lain.

Sedangkan yang ada di darat pantai PPI Tulandale 18 perahu sehingga secara keseluruhan jumlah perahu ketinting kembali utuh 25 unit. Terlihat  dua petugas menjaga perahu ketinting di pantai PPI. Diduga tiga perahu sebelumnya tidak berada di PPI Tulandale dan baru dibawa kembali ke PPI, Jumat (21/1/2011) siang, saat tim PPK DKP Rote Ndao turun ke TPI.  (mar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved