Laporan Petrus Piter
Bangunan Pasar 40 Persen Di-PHO
TAMBOLAKA, Pos-Kupang.Com--Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumba Barat Daya (SBD) mempertanyakan panitia provisional hand over (PHO) yang sudah melaksanakan tugas PHO terhadap paket proyek pembangunan Pasar Waiwula di Kecamatan Wewewa Selatan tahun anggaran 2010. Padahal fisik pekerjaan fisik di lapangan baru mencapai 40 persen.
TAMBOLAKA, Pos-Kupang.Com--Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumba Barat Daya (SBD) mempertanyakan panitia provisional hand over (PHO) yang sudah melaksanakan tugas PHO terhadap paket proyek pembangunan Pasar Waiwula di Kecamatan Wewewa Selatan tahun anggaran 2010. Padahal fisik pekerjaan fisik di lapangan baru mencapai 40 persen.
Beberapa anggota Dewan SBD, seperti Oktavianus Holo, Jeck Keremata dan Wakil Ketua DPRD SBD, Yusuf Malo, pekan lalu menyatakan kekecewaan mereka atas keputusan panitia melakukan PHO proyek yang belum selesai. Menurut mereka, jika sudah di-PHO, maka sebuah proyek dianggap selesai 100 persen, dan itu berarti pencairan keuangannya juga 100 persen.
"Persoalan ini harus dipahami pemerintah daerah, lebih khusus panitia PHO. Apakah boleh panitia mem-PHO pekerjaan proyek yang belum selesai? Dewan minta dasar hukum sebagai pijakan bagi panitia dalam menjalankan tugas PHO. Dengan demikian tidak menimbulkan salah penafsiran antara Dewan dan pemerintah terhadap pelaksanaan proyek di SBD. Jika ini dibiarkan, maka tidak tertutup kemungkinan proyek lain juga akan terjadi hal yang sama. Kesalahan ini bukan hanya kepada kontraktor, tapi juga panitia PHO," kata mereka.
Para anggota Dewan ini minta aparat penyidik Kejari Waikabubak, segera menyelidiki kasus ini agar semua pihak yang berurusan dengan proyek ini dapat mempertanggungjawabkan keputusannya. Hal lain agar ke depan panitia PHO bekerja lebih hati-hati dan tidak mengulangi perbuatan yang sama di masa mendatang.
Oktovianus Holo mengakui, sesuai hasil kunjungan kerja ke lokasi pembangunan proyek pasar belum lama ini, Dewan menemukan bangunan pasar tersebut baru dikerjakan fundasi dan timbunan tanah. Sedangkan pekerjaan lainnya sama sekali belum dikerjakan. Tapi anehnya, panitia sudah mem-PHO proyek itu. Bahkan papan nama proyek tidak terpasang di lokasi sehingga, Dewan dan masyarakat tidak mengetahui detail besaran anggaran dan waktu pengerjaannya.
"Terkait proyek ini, saya sudah menemui Pak Mundus, selaku PPK. Dalam pertemuan itu Pak Mundus mengatakan bahwa proyek itu sudah di-PHO," jelas Holo.
Ia minta pemerintah ke depan harus mengevaluasi kinerja kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas dan panitia teknis pemerintah guna mengukur kemampuannya dalam menyukseskan pembangunan SBD. "Jangan sampai kinerjanya buruk, tapi pemerintah tetap memberi pekerjaan. Bila ini terus terjadi maka timbul pertanyaan ada apa di balik semua ini," tanya mereka. (pet)