Laporan Petrus Piter

Waibakul Rawan Perampokan

WAIBAKUL, Pos-Kupang.Com -- Guru dan pelajar SMA Negeri I Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah mendesak pemda setempat segera membangun pagar permanen keliling kompleks sekolah ini.

WAIBAKUL, Pos-Kupang.Com -- Guru dan pelajar SMA Negeri I Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah mendesak pemda setempat segera membangun pagar permanen keliling kompleks sekolah ini.

Guru juga minta pemerintah membangun pagar permanen serta mes guru.

Pasalnya, sekitar wilayah sekolah ini rawan aksi perampokan. Bahkan belum lama ini salah seorang guru yang mendiami mes guru menjadi korban perampokan. Bangunan mes guru dibangun tanpa pagar, padahal berada di tengah padang yang jauh dari permukiman penduduk.

Kepala SMAN I Waibakul, Sumba Tengah, Warsiati, yang ditemui Pos Kupang di sekolah itu, Sabtu (15/1/2011), mengatakan, pihak sekolah telah menyampaikan keluhan ini kepada Kepala Dinas  (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Sumba Tengah, Umbu Eda Pajangu selama beberapa kali Namun hal itu belum terealisir.

Pihaknya berharap Dinas PPO segera merencanakan anggaran pembangunan pagar  sekolah dan pagar mes guru agar kondisi sekolah semakin aman. Demikian juga guru-guru yang mendiami mes sekolah harus merasa nyaman. Sekolah juga berharap pemerintah menambah bangunan mes guru mengingat lokasi sekolah ini cukup jauh. Tidak ada angkutan kota ke sana. Para guru terpaksa menggunakan jasa ojek.

"Jika bangunan mes guru ditambah, maka para guru lebih mudah konsentrasi menjalankan tugas mengajar di sekolah ini mengingat tempat tinggal langsung di kompleks sekolah," ujarnya.

Menurut Warsiati, Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu Sappi Pateduk, belum lama ini meninjau sekolah ini   pasca  kejadian perampokan yang menimpah salah seorang guru yang mendiami mes sekolah.

Saat itu bupati minta Kadis PPO Sumba Tengah, Umbu Eda Pajangu, membangun pagar pengaman mes guru. "Saat itu bupati minta  untuk sementara dibangun pagar kawat dulu dan pagar permanen menunggu anggaran tahun 2011. Namun sayangnya sampai sekarang pagar kawat saja tidak dibangun. Setiap kali datang menanyakan kelanjutan rencana pembangunan pagar sekolah dan mes guru selalu mendapat jawaban menunggu anggaran. Padahal pagar sekolah dan mes guru dibangun mengingat kondisi keamanan sekolah makin memprihatinkan," ujarnya.

Pihaknya juga minta pemda mengaspal jalan masuk menuju sekolah kurang lebih 600 meter. Pasalnya, jalan tersebut sangat becek terutama pada musim hujan.

Guru-guru juga mempertanyakan bangunan laboratorium yang dinilai tidak mencerminkan sebuah gedung laboratorium sebab biasanya gedung lab harus berlantai keramik. (pet)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved