Pekerjaan Utama Orang NTT adalah Petani
KUPANG, POS KUPANG.Com ---Sektor pertanian masih menjadi lapangan pekerjaan utama bagi penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini terlihat dari 64,70 persen atau 71,27 persen dari 2.061.229 orang angkatan kerja di NTT hidup sebagai petani.
KUPANG, POS KUPANG.Com ---Sektor pertanian masih menjadi lapangan pekerjaan utama bagi penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini terlihat dari 64,70 persen atau 71,27 persen dari 2.061.229 orang angkatan kerja di NTT hidup sebagai petani.
"Secara persentase, daya serap sektor pertanian pada Agustus 2010 sedikit menurun sekitar 3,45 poin dari Agustus 2009, dan mengalami penurunan sekitar 6,57 poin dibanding Februari 2010," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT Poltak Siahaan di Kupang, Minggu (2/1/2011).
Penurunan pekerja di sektor pertanian ini, kata Poltak, kemungkinan disebabkan karena pada bulan Februari adalah musim penghujan di mana lahan pertanian yang sangat tergantung dengan adanya ketersedian air sudah bisa diolah.
Dijelaskannya, dalam tahun 2010, BPS NTT melaksanakan survai angkatan kerja nasional (Sakernas) sebanyak dua kali, yaitu pada Februari dan Agustus. Hasil Sakernas Agustus 2010 mencatat jumlah angkatan kerja di NTT sebanyak 2.132.381 orang. Jumlah yang terserap bekerja sebanyak 2.061.229 orang atau 96,66 persen.
Sektor kedua terbesar yang menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan yang menyerap 7,31 tenaga kerja. Sektor perdagangan ini mempunyai persentase sedikit meningkat dibanding kondisi Agustus 2007 maupun Februari 2009 dengan peningkatan masing-masing sebesar 7,31 poin dan 1,72 poin.
"Perdagangan dikenal dengan ciri-ciri informalitasnya yang memudahkan orang untuk masuk keluar, sehingga sektor ini cenderung dipilih untuk mencari penghasilan atau pendapatan," katanya.
Sektor terbesar ketiga adalah industri pengolahan yang menyerap tenaga kerja 6,98 persen. Sektor ini mengalami penambahan tenaga kerja sebesar 2,61 poin pada Agustus 2010 jika dibanding Februari 2009. Sektor lain yang ikut mengurangi angka pengangguran di NTT, yakni angkutan dan pergudangan yang menyerap 4,77 persen tenaga, bangunan menyerap 3,03 persen tenaga kerja dan pertambangan 1,46 persen tenaga kerja.
"Sementara sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan mengalami peningkatan peranan dalam menyerap tenaga kerja, yakni sebesar 1,70 poin pada 2010 dibanding tahun 2009," katanya. (ant)