Laporan Kanis Lina Bana

6 Warga Manggarai Tewas

RUTENG, Pos Kupang.Com -- Antara Januari hingga Oktober 2010, terjadi banyak kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Manggarai. Enam di antaranya meninggal dunia.

RUTENG, Pos Kupang.Com -- Antara Januari hingga Oktober 2010,  terjadi banyak kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Manggarai. Enam di antaranya meninggal dunia.

Kondisi ini terjadi karena setelah mendapat gigitan anjing rabies, korban tidak segera mendapat vaksin anti rabies (VAR)  di puskesmas pembantu atau puskesmas setempat.

Direktur RSUD Ruteng, drg. Dupe Nababan, menyampaikan hal itu saat ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Sabtu (23/10/2010).

Dokter Dupe dimintai keterangannya terkait maraknya kasus gigitan anjing rabies yang mendapat VAR di RSU Ruteng.
Menurut dia, umumnya korban yang dirujuk ke RSUD Ruteng sudah kritis. 

Mereka datang diduga karena menderita penyakit tertentu. Namun, ketika didiagnosa secara teliti, ditemukan adanya riwayat pernah digigit anjing.

"Jika sudah dalam kondisi kritis, maka tidak bisa diselamatkan. Korban hanya menunda beberapa waktu hidupnya kemudian meninggal dunia. Secara medis,  tetap diusahakan untuk menyelamatkan korban, namun karena stadium pasien gigitan anjing rabies sudah kritis, umumnya korban yang datang ke RSUD Ruteng tak tertolong atau meninggal dunia," jelasnya.

Dia menjelaskan, selain menangani  pasien, RSUD Ruteng juga memberi suntikan VAR kepada korban gigitan anjing rabies. Saat ini sudah puluhan warga yang mendapat suntikan VAR di RSUD Ruteng.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di RSUD Ruteng menyebutkan, dalam sepekan terakhir, korban yang meninggal dunia setelah diteliti riwayat hidupanya ternyata pernah digigit anjing rabies.

Pasca digigit anjing, korban/pasien tidak mendapat VAR karena di pustu atau puskesmas terdekat tidak tersedia VAR. Umumnya korban digigit anjing milik sendiri atau anjing milik tetangga.
Salah seorang korban dari Iteng, misalnya, hanya tergores akibat gigitan anjing. Goresan luka itu pun tidak berdarah. Namun korban membiarkan bekas goresan itu dijilat anjing. Beberapa hari kemudian timbul  gejala demam, tidak bisa telan air dan makanan, takut cahaya dan sering mengeluarkan busa dari mulut.  Korban lalu dirujuk ke RSUD Ruteng, namun  beberapa jam kemudian meninggal dunia.

Untuk diketahui, kasus gigitan anjing rabies di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur makin ganas dan meluas. Hal itu terlihat dari makin banyaknya korban yang dirujuk ke RSUD Ruteng untuk mendapat VAR. 

Kasus gigitan anjing ini sudah meresahkan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah  strategis untuk mengeliminasi anjing di wilayah itu. Apalagi populasi anjing di Manggarai masih cukup banyak. (lyn)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved