Breaking News

Laporan Maxi Marho

Babi di Rote Terserang Hoc Cholera

BA'A, Pos Kupang.Com -- Ternak babi dan sapi/kerbau milik warga Kabupaten Rote Ndao saat ini terserang penyakit. Ternak babi terserang penyakit hoc cholera. Sedangkan ternak sapi/kerbau terserang penyakit "ngorok" atau septicemia epizootica (SE).

BA'A, Pos Kupang.Com -- Ternak babi dan sapi/kerbau milik warga Kabupaten Rote Ndao saat ini terserang penyakit. Ternak babi terserang penyakit hoc cholera. Sedangkan ternak sapi/kerbau terserang penyakit "ngorok" atau septicemia epizootica (SE).

Petugas peternakan setempat memberi vaksin kepada ternak yang terserang penyakit, tapi masih banyak ternak milik warga yang belum divaksin petugas.

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Rote Ndao, Ir. Erens Sinlaeloe,  ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/10/2010), mengakui adanya hambatan yang dialami petugas sehingga masih ada ternak, baik babi maupun sapi/kerbau, belum divaksin sesuai jenis penyakitnya karena ternak milik warga dipelihara dengan sistem dilepas tanpa digembalakan.

"Ternak babi maupun sapi/kerbau dan kambing/domba milik
warga semuanya dilepas sehingga ternak menjadi agak liar.
Akibatnya, sulit ditangkap atau dimasukkan ke kandang untuk diberi vaksin. Kalau menyangkut ketersediaan vaksin, sebenarnya kami memiliki stok vaksin," kata Sinlaeloe.

Meski demikian, kata dia, penyakit  hoc cholera pada ternak babi dan penyakit 'ngorok atau SE pada sapi/kerbau tidak berbahaya bagi manusia. Asalkan daging babi yang terkena hoc cholera atau daging ternak sapi/kerbau yang terkena penyakit SE dimasak dengan matang sebelum dikonsumsi.

"Petugas dari pusat kesehatan hewan (puskeswan) atau dari Dinas Peternakan NTT sudah mengambil sampel darah ternak dan sudah analisa laboratorium. Hasilnya, memang masih ada
ternak positif terserang penyakit ini," ujarnya.

Ia berharap warga pemilik ternak mendukung petugas kesehatan hewan atau petugas Dinas Peternakan dalam pemberian vaksin untuk ternak sehingga penyakit tidak mengakibatkan kematian pada ternak yang membuat pemilik ternak menderita kerugian.
"Jika ternak bisa ditangkap dan dimasukkan ke kandang atau diikat tentu petugas bisa langsung memberi vaksin. Kita upayakan supaya semua ternak divaksin karena setelah divaksin ternak tidak terserang penyakit lagi," kata Sinlaeloe. (mar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved