Jumat, 10 April 2026

Cowokku Banyak Bicara dan Terasa Kasar

Dokter Valens Yth, Salam kenal dari Surabaya. Saya Ratna, mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi. Orangtua saya campuran NTT dan Jatim, jadi kami juga banyak mengetahui situasi di NTT lewat Koran salah satunya ya, Pos Kupang. Umur saya 21 tahun.

Dokter Valens Yth,
Salam kenal dari Surabaya.  Saya Ratna, mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi. Orangtua saya campuran NTT dan Jatim, jadi kami juga banyak mengetahui situasi di NTT lewat Koran salah satunya ya, Pos Kupang. Umur saya 21 tahun.

Kebetulan saja banyak teman dari NTT yang kuliah di sini. Di antara mereka ada Ronald yang secara khusus cendrung melakukan pendekatan pribadi.

Awalnya saya merasa bisa sajalah kalau kami saling mengenal dekat. Tapi satu kesulitan berikut adalah teman-teman lain menjauh. Eh, saya pikir ini bisa merusak hubungan.

Apalagi rumah kami sering menjadi tempat pertemuan mahasiswa sesuku bangsa itu. Kalau gara-gara Ronald lantas mereka yang lainnya tidak singgah lagi di rumah kami, pasti orangtua saya juga bisa marah pada saya.

Selanjutnya saya ceritakan sedikit tentang Ronald ini,  Dia mahasiswa fakultas peternakan, sedangkan saya di Fakultas sastra. Ronald termasuk pria yang banyak omong dan cara bicaranya kentara sekali orang dari timur (meledak-ledak dan terasa kasar). Saya kadang risi dengar cara bicaranya ini.

Saya pernah secara halus mengeluhkan hal ini, namun seperti tidak bisa berubah.  Dan Ronald kalau mau cerita pasti cerita sekitar kampus dan kuliah. Bila ditanya soal keluarganya dan daerah asalnya dia banyak menghindar untuk bercerita. 

Apakah dia termasuk pria yang tertutup ? Saya sendiri pernah  berlibur ke kampung orangtua di NTT tapi cuma sebentar saja sehingga tak banyak tahu. Tapi saya bisa banyak dengar dari cerita teman-teman itu.

Saya juga belum berpengalaman banyak dalam hal berpacaran sehingga kesempatan ini saya tanyakan beberapa hal. Apakah sikap Ronald yang suka banyak omong (dan caranya bicara yang kasar) itu tidak akan bisa berubah ?

Atau saya boleh berusaha merubahnya ?.

Mengapa kalau saya tanya soal keluarga dan situasi di tempat asalnya Ronald tidak mau cerita padahal teman-teman lain mau cerita. 

Soal hubungan kami apakah lebih baik saya jangan lanjutkan dengan Ronald karena, nanti yang lainnya menjauh. Tapi dokter, saya juga senang karena Ronald itu cukup ganteng.

Barangkali surat saya ini terasa cengeng tapi saya yakin dokter mau membalasnya. Akhirnya atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.
Ratna Lestari,  Surabaya

Saudari Ratna yang baik.
Salam balas juga dari kami di NTT, terutama dari Pos Kupang. Anda nampaknya masih sangat berjiwa NTT, meski terlahir dari darah campuran NTT dan Jawa serta tempat tinggalnyapun di luar NTT. Saya tidak ingin bercerita tentang NTT kepada Anda, karena Anda bisa memperolehnya dari teman-teman asal NTT di Surabaya.

Soal Ronald yang  aksennya membuat Anda risi mendengarnya itu karena Anda belum biasa mendengarnya saja. Bila Anda sudah mulai terbiasa maka rasa risi itu akan berangsur hilang.

Ketika Bahasa Indonesia dijadikan bahasa persatuan tidak ditegaskan harus menggunakan aksen dari daerah manapun yang penting Anda memahami maksudnya ( Bhinneka Tunggal Ika).

Selanjutnya apakah kebiasaan Ronald itu tidak bisa berubah , jawabannya dia bisa berubah. Bahkan Anda bisa membuat Ronald memiliki aksen ganda. Dia bisa dengan dialek Jawa Timur bisa juga dengan cara NTT-nya.

Akan tetapi apakah perlu mesti merubah dialek seseorang.  Mungkin juga perasaan yang sama juga dialami Ronald ketika pertama kali menginjakkan kaki di Suarabaya.

Dalam hatinya juga dia bertanya, kok begini logat orang Jawa saat berbicara dalam bahasa Indonesia.  Dr. Archibald D. Hart,(psikolog) dalam bukunya  Habit of the mind, menulis bahwa dalam hidup ini kita akan selalu berhadapan dengan segala kebiasaan. Kebiasaan yang baik yang kita sukai  dan kebiasaan yang buruk yang tidak kita sukai.

Ketika kita melihat orang dengan kebiasaan yang tidak kita sukai, kita cendrung menggeneralisir bahwa orang ini  atau orang itu tidak baik.

Ada Empat Langkah Penting yang ditawarkan psikolog itu, agar kita bisa melihat sisi baik dari orang lain :

Prinsip pertama : Akuilah bahwa setiap orang senantiasa memiliki sebagian  keadaan yang kurang baik.

Kita semua mempunyai sisi yang kurang baik, yang menyebabkan orang lain tidak menyukai kita dari waktu ke waktu.

Kesadaran kita akan hal ini membuat kita lebih   humble   dan menyadarkan kita agar tidak mudah menghakimi orang lain hanya karena   ada suasana awal yang tidak menyenangkan.

Prinsip kedua: Singkirkan reaksi emosional. Jangan biarkan diri Anda hanya dikendalikan oleh perasaan suka atau tidak suka tanpa alasan yang jelas dalam memilih seseorang untuk dijadikan teman.

Prinsip ketiga: Ingatlah bahwa setiap orang dikasihi Allah. Kalau Anda dihadapkan dengan seseorang yang tidak disukai, maka ingatlah bahwa Allah mengasihi dan memberkati dia juga. Mengapa Anda tidak bisa melakukan hal yang sama.

Prinsip keempat: Kenalilah kebutuhan Anda sendiri agar dilihat sebagai orang baik. Dengan mengingat bahwa Anda sendiri menginginkan agar orang lain dapat mengasihi Anda,  maka Anda dapat  mengatasi pikiran yang salah. Ini memotivasi Anda untuk melakukan hal yang benar, walaupun  mungkin Anda tidak selalu melakukannya dengan  benar.

Selanjutnya saya ingin mengomentari seputar kegalauan hati Anda di mana bila  berpacaran dengan Ronald berarti teman lain tidak datang lagi di rumah Anda.  Yang perlu Anda pikirkan adalah apakah sudah saatnya Anda berpacaran ?.

Bila Anda bisa dengan tegas mengatakan pada diri sendiri bahwa sudah saatnya Anda berpacaran maka tentu saja punya konsekuensi. Konsekuensinya adalah Anda harus membuat prioritas.

Bila mau memprioritaskan hubungan Anda dengan Ronald maka yang diharapkan adalah pengertian baik dari teman-teman untuk memahami Anda. Biasanya pada saat awal teman-teman merasa agak kurang nyaman, namun  selanjutnya akan terbiasa.

Akan tetapi bila yang Anda prioritaskan teman-teman Anda yang lainnya, maka kepada Ronald-mu yang ganteng itu perlu ditegaskan bahwa untuk saat ini cukup sebatas berteman biasa saja. Mintalah pengertiannya untuk hal  ini. 

Yang  penting buat Anda adalah bahwa tidur Anda tidak terganggu setelah memberi keputusan demikian. Selamat merenung.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM
 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved