Jumat, 24 April 2026

Umbu S Samapaty, S.H, M.H : Rindu Rupa, Bukan Rupiah

Pengantar Redaksi Sore itu. Rintik mereda. Panas mentari suam-suam. Umbu S Samapaty duduk santai di teras rumahnya di bilangan Naikoten 1-Kupang. Bermimpi dan rindu rupa rakyat Sumba Barat.

Rindu menjadikan Sumba Barat yang aman, adil, makmur dan sejahtera. Rindu memoles wajah Waikabubak dari tampilan 'kampung besar' menjadi kota yang dinamis.

Waktunya tiba atau tidak sama sekali. Menggapai mimpinya itu,  11 partai politik telah membuka pintu dan melepas Umbu Kupang, akrab ia disapa, dan gandengannya Octovianus Gw Kole, S.IP ke gelanggang Pemilu Kada Sumba Barat, 3 Juni 2010. Tersebutlah keduanya sebagai Paket UK-OKE. Ke arena pesta demokrasi itu, UK-OKE mengusung isu recovery (pemulihan) ekonomi secara total sebagai gebrakan menuju perubahan untuk dipersembahkan kepada rakyat Sumba Barat. Muaranya, rakyat di Bumi Sandelwood itu sejahtera. Berikut kiat-kiat menuju perubahan itu, sebagaimana dituturkan Umbu Samapaty, kepada wartawan Pos Kupang, Benny Dasman, di Kupang, Senin (15/2/2010).

Motivasi Anda bertarung dalam Pemilu Kada Sumba Barat?
Almarhum bapak saya, Umbu Remu Samapaty, pernah 'menjamah' Sumba Barat sebagai bupati selama 12 tahun, 1960-1972. Seluruh pikiran, tenaga dan jiwa raganya dicurahkan untuk memakmurkan rakyat Sumba Barat. Rakyat telah menikmati hasilnya.

Tapi, proyek besar itu, membangun ekonomi, belum selesai. Saya mau melanjutkannya, menjadi pelayan publik, pelayan rakyat Sumba Barat. Indonesia sudah 65 tahun merdeka, tetapi rakyat Sumba Barat belum menikmati kemerdekaan yang hakiki, khususnya mereka yang tinggal di pelosok desa, mereka yang terisolasi, mereka yang miskin dan sebagainya. Saya terpanggil untuk 'membela' dan membebaskan mereka (rakyat Sumba Barat di pedesaan) dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan.

Rakyat harus hidup sehat, keamanan harus terjamin, kecukupan sandang dan pangan.  Saya maju di arena pilkada Sumba Barat bukan rindu rupiah tetapi rindu rupa rakyat yang sejahtera. Ini masalah hakiki yang menjadi agenda perjuangan saya. Sekali lagi, ini proyek besar dari bapak saya yang harus saya lanjutkan.

Anda kerja dan tinggal di Jakarta. Bagaimana mungkin bisa melanjutkan proyek membangun ekonomi itu tanpa mengetahui kebutuhan masyarakat Sumba Barat!
Benar, saya tinggal dan kerja di Jakarta. Saya tidak lupa Sumba Barat. Saya sering pulang karena selain mempunyai rumah, juga punya kebun di Sumba Barat. Justeru saya satu-satunya kandidat yang bukan birokrat yang bekerja di Jakarta. Dalam menekuni pekerjaan itu, saya membangun jaringan (networking) yang kuat karena bergaul dengan para petinggi republik ini dan pengusaha-pengusaha top dan ada di antaranya sebagai klien saya. Apakah kita harus pilih bupati yang tidak tahu dunia luar yang hidupnya di Sumba saja? Pilihlah bupati yang punya wawasan dan jaringan yang luas agar bisa mempercepat recovery ekonomi demi kemakmuran rakyat Sumba Barat.

Disinkronkan dengan program-program bupati sebelumnya?
Hanya dua orang putra terbaik Sumba Barat yang mampu memimpin Sumba Barat dua periode yaitu Umbu Remu Samapaty dan Drs. Umbu Djima. Dua-duanya adalah darah daging saya. Umbu Remu Samapaty adalah ayah kandung saya, Bupati Sumba Barat tahun 1960-1972 (12 tahun) dan anggota DPR RI 1977-1979. Dan, Umbu Djima adalah kakak saya (ibunya saudari perempuan dari bapa saya). Saya akan melanjutkan karya-karya besar mereka. Ayah saya membangun ekonomi kerakyatan dan Drs. Umbu Djima meletakkan dasar-dasar manajemen yang bersih. Keduanya inspirator saya dan saya harus belajar dari mereka untuk membangun Sumba Barat. Saya akan padukan karya-karya mereka menuju kemakmuran rakyat Sumba Barat. Pemerintah dan rakyat harus bersatu membangun Sumba Barat yang aman, damai dan sejahtera dan demokratis. Di era persaingan globalisasi ekonomi saat ini, tak ada kata lain, "Pemerintah dan rakyat harus bersatu membangun Sumba Barat." Saya siap melakukan perubahan demi kesejahteraan rakyat. Sudah saatnya rakyat yang berdaulat demi kesejahteraan rakyat. Kemerdekaan yang dicetuskan oleh para pejuang kita adalah demi kesejahteraan rakyat bukan demi kesejahteraan penguasa atau pengusaha tetapi demi rakyat.


Untuk melanjutkan proyek 'pembebasan' di Sumba Barat, apa visi dan misi Anda!
Muara dari visi saya adalah kesejahteraan rakyat. Yakni terwujudnya masyarakat Sumba Barat yang adil, sejahtera, damai dan demokratis serta mampu berkompetensi dalam persaingan global. Misi, saya rumuskan delapan poin. Pertama, peningkatan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Sumba Barat. Kedua, pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat. Ketiga, intensifikasi, ekstensifikasi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Keempat, perwujudan kamtibmas, penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM). Kelima, perwujudan aparatur yang bersih dan berwibawa. Keenam, pendidikan politik bagi masyarakat. Ketujuh, peningkatan pariwisata. Kedelapan, pengembangan sistem informasi dan komunikasi dalam rangka persaingan global.

Misi Anda berpihak rakyat. Operasionalnya?
Sumba Barat tak punya sumber daya alam (SDA). Tapi potensi laut dan pariwisatanya luar biasa. 'Surga' potensi itu di wilayah selatan di Lamboya dan Wanokaka. Potensi itu belum dijamah, belum digali dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Ini fokus perhatian saya. Kegiatan pariwisata bukan tidak mungkin dilakukan sebagai sumber penghasilan. Sumba Barat juga terkenal dengan ragam atraksi kesenian, upacara adat, dan kampung adatnya yang eksotik, wisata sejarah berupa kuburan batu dan menhir peninggalan zaman megalitikum turut melengkapi paket wista budaya. Keindahan alam Sumba Barat yang dikelilingi laut menambah daya tarik wisata. Potensi ini harus kita gali dan kembangkan.

Kampung-kampung adat masih terjaga dengan baik, dengan atap alang-alang yang alami, berdiri indah di atas bukit. Lihat saja di Kampung Sadan dan Kandengar, sekitar 60-70 persen rumah adatnya masih terjaga dengan baik. Ini potensi wisata budaya yang harus dijual. Di Lamboya dan Wanokaka, juga ada atraksi pasola. Selain memiliki nilai sakral, secara fungsional pasola dapat dilihat sebagai elemen pemersatu dalam masyarakat Sumba.

Sebagaimana cerita tentang asal muasal Pasola, yaitu untuk menghilangkan dendam antara Kampung Waiwuang dan Kodi, maka pasola hingga kini telah menjadi ajang silaturahmi dan persaudaraan di antara warga. Pada waktu istirahat, misalnya, yaitu ketika masuk jam makan siang, para peserta dan penonton akan melebur menjadi satu untuk menikmati makanan khas pasola, yaitu ketupat. Pendek kata, warga di antara dua kubu yang `berperang` dalam pasola sama-sama diajak untuk tertawa serta bergembira bersama sambil menyaksikan ketangkasan para penunggang kuda. 

Pasola harus menjadi terminal pengasong keseharian penduduk dan tempat menjalin persahabatan dan persaudaraan. Sebagai sebuah pentas budaya sudah pasti pasola mempunyai pesona daya tarik yang sangat memukau. Olehnya paket UK-OKE menjadikan pasola sebagai salah satu `mayor event'. Pasola harus digarap. Selama ini belum maksimal, berjalan alami, tanpa rencana dan terorganisasi. Padahal ini even unik untuk dikembangkan dan dikampanyekan secara terus menerus.

Pernah, ada iklan di sebuah televisi swasta tentang pasola. Itu tahun 1994. Pasola itu disebutnya di Sumbawa. Saya marah sekali dan memberikan somasi. Itu terjadi karena promosi kita kurang. Kain tenun ikat Sumba Barat juga eksotik. Punya nilai jual yang tinggi. Warnanya cerah, nilai estetikanya tinggi.

Penajaman program di bidang pertanian?
Ini sektor dominan yang harus dikembangkan. Yang terutama adalah ketersediaan pupuk dan obat-obatan. Masalah ini selalu dikeluhkan masyarakat petani kita setiap tahun. Selain itu, memberi advokasi dan pendampingan terhadap masyarakat untuk menanam tanaman bernilai ekonomis tinggi seperti jagung, singkong, cengkeh, vanili dan sebagainya. Pasarnya kita siapkan agar rakyat langsung menikmati hasilnya.

Peralatan pertanian juga kita siapkan untuk membantu masyarakat seperti traktor dan sebagainya.  Sumba Barat juga terkenal dengan ternak sapi dan kuda. Hasil ternak ini menjadi komoditas perdagangan antarpulau, melalui pelabuhan Waikelo dan pelabuhan Waikapu. Bukan hanya ternak, tapi struktur tanah yang berbatu membuat daerah ini cocok untuk tanaman keras seperti kopra, kemiri, jagung, jambu mete, dan biji kopi sebagai komoditas andalan. Semua ini harus dioptimalkan.

Di bidang kelautan?
Laut Sumba Barat bisa mendatangkan devisa. Gulungan ombaknya bisa mencapai 12 gulungan, melebihi gulungan ombak di Hawai, Amerika Serikat. Potensi itu terlihat di Pantai Rua, sangat cocok untuk selancar dan snorkling. Pesona yang tidak tertandingi. Di dalam laut ada ikan dengan aneka spesies. Hidup jenis ikan terkenal, blue marlin. Harganya sangat mahal.

Potensi ini belum dilirik. Belum lagi terumbu karang dengan aneka jenisnya. Indah. Laut Sumba Barat bisa dikelola seperti di Bunaken. Asalkan ada kemauan untuk membangun. Belum lagi budidaya rumput laut yang sangat membantu masyarakat. Hanya membutuhkan waktu 25-40 hari untuk dipanen.

Program ini sangat membantu masyarakat. Pasarnya kita siap, rakyat diberi pendampingan agar mampu mengelola dan membudidayakan rumput laut secara mandiri. Potensi-potensi ini belum dikelola maksimal untuk mendatangkan devisa.

Pendidikan dan kesehatan?
Mutu pendidikan harus ditingkatkan. Bukan sekadar sekolah gratis. Bangun sekolah- sekolah di sentra perkampungan agar semua anak berkesempatan untuk sekolah. Sarana dan prasarana seperti buku-buku pegangan siswa dan guru serta bahan-bahan bacaan lainnya disiapkan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta kesejahteraan para guru juga menjadi perhatian paket UK-OKE. Para guru harus diperhatikan, terutama mereka yang mengabdi di daerah terpencil.

Di bidang kesehatan, sarana air bersih menjadi perhatian utama, penataan pelayanan di rumah sakit, ketersediaan obat-obatan yang memadai, ketersediaan tenaga medis hingga ke desa-desa. Para dokter dan perawat secara kontinyu diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan pengembangan diri, juga para perawat. Mereka ujung tombak pembangunan kesehatan di masyarakat. Yang sangat penting juga adalah penerangan untuk rakyat. Banyak rakyat di Sumba Barat belum menikmati listrik. Ini sangat penting untuk mendukung faktor keamanan berusaha. Kita perjuangkan agar rakyat di desa menikmati listrik.

Bagaimana Anda mengorganisasikan misi ini agar tidak sekadar wacana!
Sumba Barat harus setara dengan daerah lainnya di NTT, bahkan lebih. Pendapatan rakyat harus tinggi. Mereka harus merasa aman dan damai dalam berusaha. Karenanya untuk mewujudkan misi ini, Sumba Barat harus menjalin kerja sama atau berkolaborasi dengan kabupaten tetangga. Mengapa? Dalam memberantas penyakit malaria, misalnya, Sumba Barat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus menggandeng Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Membangun Sumba Barat, pintu masuknya melalui Sumba Barat Daya karena di sana ada pelabuhan laut dan udara.

Meski demikan, Sumba Barat Daya mempunyai ciri khas tersendiri yaitu gudang komoditi jambu mete, vanili dan sebagainya. Ciri khas Sumba Barat adalah pariwisata dan kelautan. Sumba Tengah sebagai lumbung pangan Sumba dan Sumba Timur pengembangan ternak. Jadi, pembangunan di Sumba harus berfokus pada ciri khas ini, karena itu perlu adanya kerja sama. Di bidang pariwisata, misalnya, saya perkenalkan kepada dunia luar melalui Sumba Stable (olahraga berkuda). Intinya, kita membangun bersama-sama dengan semua komponen. Melakukan recovery (pemulihan) ekonomi Sumba Barat secara menyeluruh sesuai cita-cita leluhur agar rakyat sejahtera.

Meski belum terpilih menjadi Bupati Sumba Barat, konon Anda telah menyiapkan dana untuk mengoperasionalkan misi Anda?
Saya menginginkan perubahan. Dan, itu  tidak basa-basi atau gertak sambal. Di sektor pertanian, perikanan dan kelautan, misalnya, diagendakan pada bulan April mendatang akan mengucurkan dana sekitar Rp 4, 5 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dari jumlah ini,  Rp 3 miliar dialokasikan untuk budidaya rumput laut di Lamboya dan Wanokaka. Budidaya rumput laut ini sangat membantu masyarakat karena 25-40 hari sudah bisa dipanen, tergantung PH air laut. Selain itu, di bidang pertanian untuk pengembangan jagung dan budidaya singkong dialokasikan dana Rp 1,5 miliar. Selain mengucurkan dana investasi, saya siap membeli hasil rumput laut, jagung, dan singkong yang dibudidayakan masyarakat. Pasarannya saya siapkan agar rakyat benar-benar menikmati hasil dari apa yang mereka kerjakan. Ini bagian dari pembelaan saya untuk masyarakat kecil, sebagaimana yang diwariskan almarhum bapak saya, Umbu Remu Samapaty.

Jika terpilih, apa program 100 hari Anda?
Paket UK-OKE akan melakukan kontrak politik dengan masyarakat Sumba Barat untuk mendatangkan investor sebagai program 100 hari jika terpilih menjadi Bupati- Wakil Bupati Sumba Barat. Kalau UK-OKE tidak berhasil mendatangkan investor dalam program 100 hari, kami siap dicopot. Jika terpilih, selama menjabat, saya dan wakil bupati juga tidak menggunakan mobil dinas untuk melayani rakyat. Anggaran  mobil dinas dalam APBD dialihkan untuk program-program pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Sumba Barat. Kami menggunakan mobil pribadi. Itu salah satu kontrak politik juga.

Jika Tuhan menghendaki, misi pembelaan Anda selangkah lagi terwujud?
Ya, sejak kecil saya bercita-cita menjadi pembela (pengacara) dan kini terkabul untuk membela rakyat Sumba Barat di bidang pembangunan. Sudah saatnya mengaplikasikan pembelaan itu dan berpihak kepada yang lemah, khususnya yang berada di pedesaan. Ini komitmen Paket UK-OKE. Sekarang atau tidak sama sekali. *




UMBU S SAMAPATY, S.H, M.H

Data Pribadi
* Lahir            : Sumba, 5 November 1957
* Agama         : Kristen Protestan
* Istri              : dr. Fidriati Olivia Samapaty
* Anak            : - Umbu Remu R Ch Samapaty
                          - Umbu Tara R Stephano Samapaty (alm)
                          - Rambu Ruth Juliana Samapaty
* Pekerjaan     : - Pimpinan Law Firm "Umbu S Samapaty, S.H, M.H, Associates."
                          - Ketua Komisi Hukum KONI Pusat, 2007-2011
                          - Ketua Bidang Hukum PB PBSI, 2008-2012
* Orangtua       : Ayah: Umbu Remu Samapaty (alm)
                           Ibu   : Ruth A Lawoie (alm)

Jabatan/Pekerjaan
*  1981-1982: Staf Marketing PT Atlantika Wisesa
* 1982-1984 : Manajer Operasional PT Anaboro
* 1984-1989 : Direktur PT Injaya Indonesia
* 1989-1997 : Manajer Keuangan dan Legal PT Bumisuri Adi Lestari
* 1997- sekarang: Pimpinan Law "Umbu S Samapaty, S.H, M.H & Associates"
* 2001: Terpilih sebagai anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Pusat mewakili Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
* 2007-2011: Ketua Komisi Hukum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat
* 2008-2012: Ketua Bidang Hukum Pengurus Besar-Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB-PBSI)

Pendidikan/Pelatihan
* Sarjana Hukum (SH) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta
* Magister Hukum (MH) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta
* Pendidikan dan Pelatihan Perkaderan Tingkat Pusat Partai Golkar, Mei 2003 dan Mei 2006
* Orientasi Fungsionaris Partai Golkar Tingkat Pusat Tahun 2007 Angkatan III

Organisasi
* 1997-1979: Anggota Badan Verifikasi Keuangan Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Yogyakarta
* 2000-2005 dan 2005-2010: Ketua Umum Ikatan Pelatih dan Joki Kuda Seluruh Indonesia
* 2002-2007: Sekretaris Umum Pengurus Pusat  Olahraga Berkuda Seluruh Indoesia
*  Pemilik Putra Sumba Stable (Olahraga Berkuda dan Fighting)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved