Rabu, 6 Mei 2026

Takut Pacaran Karena Sudah Tidak Perawan Lagi

Tayang:

Dokter Valens Yth,
Assalamualaikum, dok.  Apa kabar? Semoga dokter dan semua kru di Pos Kupang selalu sehat walafiat. Nama saya Mawar,  tinggal dan bekerja di Kupang. Begini dokter, langsung saja pada masalah saya. Saat ini saya merasa trauma, kesal dan benci terhadap lelaki.

Saya pernah pacaran dengan teman yang dulu satu sekolah dengan saya. Hubungan kami berjalan dengan baik, tapi tiba-tiba tanpa saya tahu sebabnya dia langsung memutuskan hubungan kami. Setiap kali saya bertanya padanya kenapa, dia selalu mengelak.

Jujur saja saya katakan dok, pernah terjadi di mana sudah sebulan ini saya tidak datang haid. Saya katakan itu padanya tapi dia malah menganggap saya menjebaknya. Saya rasa bingung, malu dan kecewa, karena tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Padahal, waktu itu dia berjanji akan menikahi saya, tapi semuanya hanya sia-sia. Setelah kejadian itu, saya selalu merasa bahwa saya tidak punya harapan lagi. Aku benci diriku sendiri. Saya biarkan diriku dalam kesendirian. Untunglah setelah itu saya haid lagi meskipun menjadi lebih banyak dan lebih lama dari sebelumnya.

Masa laluku membuat saya kurang percaya diri dan merasa minder dan benci pada semua laki-laki.
Tapi, dokter, tiba-tiba sekarang ada yang ingin mendekati saya. Saya sebut saja namanya Randy. Dia petugas keamanan di kota ini juga.

Perlakuannya padaku menunjukkan bahwa dia mencintai dan menyayangiku, tapi saya belum bisa menerimanya. Saya khawatir terulang kembali. Aku belum siap, masih sangat benci, takut dan kecewa.

Di samping itu ada lagi yang memberi rasa cintanya pada saya, yang ini namanya Karno. Kadang saya juga bingung harus pilih yang mana. Keduanya juga menyatakan mau menikahiku. Namun ketika harus memilih saya khawatir terulang seperti masa lalu. 

Kedua orang ini belum tahu sejarah masa lalu saya. Apakah saya harus menceritakan itu kepada mereka? Apakah bila saya ceritakan apakah mereka masih mau menerima saya apa adanya?

Apakah mereka akan mempermasalahkan soal virgin atau keprawanan saya?

Apakah mereka akan menanyakan itu pada saya, lalu bagaimana saya harus menjawabnya? Kadang saya pikir buntu dan berpikir lebih baik jangan mencintai dan dicintai. Bagaimana menurut dokter?

Apa yang harus saya lakukan? Bantuan dan penjelasan dokter sangat saya harapkan. Sekian dan terima kasih.   Wassalam.
Mawarwati - Kupang

Saudari Mawar yang Baik,
Waalaikum salam buat Anda. Setelah membaca surat Anda, hal yang pertama yang ingin saya ungkapkan adalah bahwa zaman sekarang ini pembicaraan tentang kesetaraan jender sudah sangat sering dan kuat mendesak.

Dengan demikian  Zaman  di mana pria mau menangnya sendiri secara sepihak dan menggunakan "double standard" (bahwa pria/laki-laki boleh, perempuan tidak) sudah deras digugat. Maka alangkah prihatinnya bila Anda hanya terlarut dalam kesediahan dan kebencian serta dendam pada semua laki-laki.  

Anda merasa dicampakkan dan depresi. Anda merasa dikianati oleh seorang pria, lalu Anda menganggap semua pria itu sama. Lalu Anda ingin membalas terhadap semua pria.

Memang Anda pantas menyesal karena hilangnya keperawanan Anda dan hilangnya pria yang Anda cintai, tetapi sesungguhnya Anda bukan manusia bekas. Anda tidak perlu merasa kehilangan kesempatan untuk dicintai oleh pria yang lebih baik  di kemudian hari.


Sadarlah bahwa dunia masih indah. Andapun masih muda dan cantik,  masih pantas dicintai. Setiap hari mengandung banyak kesempatan yang menyenangkan asal Anda jangan menutup diri dengan pandangan dan sikap yang self destructive (merusak diri sendiri dan menganggap diri sudah tak berguna).

Anda tidak seharusnya mengikuti perasaan-perasaan destruktif seperti itu. Ibarat sekali bertengkar lalu dilampiaskan dengan membakar seisi rumah. Anda masih berharga sebagai wanita yang pantas didengar, dinasihati dan didorong untuk mendapatkan kehidupan masa depan yang lebih baik.

Justru dengan berbekal suatu pengalaman, Anda dapat memperbaharui cara berpacaran yang lebih tenang dan mewarnai masa depan Anda dengan lukisan yang lebih matang.

Buktinya di sana masih hadir juga Randy bahkan ada lagi Karno yang mau memberi cintanya dan ingin menikahi Anda. Berikut, Anda menanyakan soal keperawanan (virginitas) saya ingin katakan bahwa selain dokter, sangat banyak laki-laki awam yang tidak memahami secara benar soal keperawanan.

Hanya terdapat pada pria puritan yang sulit memaafkan, atau kalau dia pria bertipe "double standard", yang mungkin akan marah besar setelah mengetahui kekasihnya tidak perawan lagi. Namun bila pria yang dapat memahami dan mencintai istrinya (Anda) sebagai teman hidup dan bukan mencintai selaput daranya saja, maka sejarah masa lalu Anda bukanlah suatu penghalang dan tidak akan menggangu hubungan sekarang dan pada masa yang akan datang.

Dalam banyak buku mengatakan semestinya selaput dara bukanlah indikator untuk mengukur keperawanan dan kesucian seseorang, melainkan pengekangan dan tanggung jawab diri terhadap seksualitas yang masuk akal. 

Dr. David Reuben mengatakan bahwa  selaput dara telah mendapat perhatian yang kelewat tinggi atas "perannya ", yaitu TANPA PERAN!  Selanjutnya, bila Anda mulai kuat untuk bangkit dari keterpurukan sejarah cinta masa lalu,  anjuran saya ke depan adalah jangan jadikan seks sebagai pengikat cinta sebelum adanya ikatan yang nyata. Sex memang penting, meskipun hanya aspek kecil dari hubungan perkawinan. Yang lebih penting adalah cinta.

Seperti dikatakan Erich Fromm, "Gairah seksual, menurut pendapat orang kebanyakan, adalah sesuatu yang melekat pada cinta, sehingga mereka dengan gampang terjerumus dengan mengartikan bahwa mereka telah saling mencintai karena saling menginginkan secara fisik. Untuk mencintai orang bukanlah semata-mata perasaan yang kuat. Cinta adalah pertimbangan, keputusan dan janji."

Persahabatan adalah hal yang paling penting dalam perkawinan. Seperti yang dikatakan oleh Paul Hauck, "Ketika Anda tak melakukan aktivitas seks, ketika Anda tak membutuhkan banyak penghasilan atau makanan, maka satu-satunya kualitas terpenting yang Anda cari dari kekasih Anda adalah persahabatan ."

Saudari Mawar, saya kira sudah cukup banyak penjelasan yang saya utarakan di sini, mudah-mudahan besok pagi ketika matahari kembali mulai menyinari hari baru maka saya berharap Andapun sudah berbeda dengan Mawar yang kemarin.  Semoga sukses....
Salam,  dr. Valens Sili Tupen, MKM

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved