*Biar Saja Aku Didukunin
Sel Tikus Rutan Pondok Bambu Dijadikan Taman
Jakarta, POS KUPANG. com -- Dalam rangka pembenahan dan evaluasi terhadap berbagai masalah yang ada di Rutan Pondok Bambu, Kepala Rutan Catur Budi Fatayatin akan melakukan gebrakan dalam program kerja jangka pendeknya, di antaranya menjadikan sel tikus (selti) sebagai taman.
Menurut Catur, dirinya memang awalnya berat menerima amanat sebagai Kepala Rutan yang baru dengan berbagai permasalahan yang masih tertinggal. Namun, meski sebagai wanita ia merasa yakin bisa menjalani tugas tersebut. "Sel tikus itu nanti mau saya mau bongkar. Mau saya buat taman," kata Catur Budi Fatayatin di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jum'at (15/1).
Sebagaimana dalam surat curhat yang disampaikan tahanan beberapa hari yang lalu, diketahui bahwa selti yang ada di bagian belakang rutan merupakan tempat para tahanan yang melakukan pelanggaran disiksa.
Hasil pantauan di lapangan, terlihat ada 4 sel tikus. Satu selti berukuran 2,3 x 3,7 meter. Memang kondisi selti berbeda dengan sel umumnya di dalam Rutan Pondok Bambu. Perbedaan terletak dari suasana seram yang terbentuk dari posisi selti itu sendiri. Dimana selti itu ada di bagian belakang area rutan, dengan kanan kirinya yang gelap gulita.
Ia tak memungkiri, bahwa ada bawahannya yang memungut pungutan liar saat warga mengunjungi tahanan, dan juga saat proses administrasi, seperti penerimaan resisi bebas.
Menurut ibu 5 anak ini, gebrakan program kerjanya sudah barang tentu akan ada bawahannya yang tidak mendukung. Ia tidak main-main dengan upaya pembenahan di wilayah tanggung jawabnya ini. Bahkan, Catur mengaku siap membuang bawahannya, jika masih saja membandel melakukan pelanggaran.
"Saya kelihatannya saja senyum-senyum terus. Padahal mereka nggak tahu, kalau saya juga bisa juga galak. Nanti kalau ada yang masih nggak bisa diatur, saya buang saja. Biarin saja kalau mereka sakit hati, terserah kalau aku mau didukunin. Kalau aku sih percaya sama Allah saja," tandasnya.
Ia menambahkan, bahwa masalah pungutan liar, temuan fasilitas mewah, maupun=
pelanggaran lainnya yang terjadi di dalam rutan, memang tak terlepas dari minimnya gaji yang diterima bawahannya.
Wanita asal Situbondo ini mengaku pernah beberapa kali melakukan gebrakan pembenahan terkait carut marut di beberapa LP dan Rutan di Jakarta, seperti di LP Cipinang. Hal yang sama juga akan dilakukan untuk membenahi berbagai persoalan "Mumed, ya mumed. Tapi, mau apa lagi, ini kan sudah kewajiban," pungkasnya.
Sebelumnya Departemen Hukum dan HAM memutasi Sarju Wibowo sebagai Kepala Rutan Pondok Bambu dan digantikan Catur Budi Fatayatin untuk satu tahun ke depan. Sebelumnya, Catur menempati posisi Kepala Subbid Pelayanan Pemasyarakatan LP Salemba. Pergantian ini terkait temua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum akan adanya fasilitas mewah di dalam sel tahanan Artalyta Suryani alias Ayin dan kawan-kawannya. (Persda Network/coz)