Pilihan Kain Tenun Kembali ke Pasar, Tak Bisa Paksakan Pembeli
Kios Kaos, Rumah Kebaya dan Tenun Ikat NTT yang berlokasi di Jalan Frans Seda ini tidak hanya menyediakan tenunan tradisional
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
Pilihan Kain Tenun Kembali ke Pasar, Tak Bisa Paksakan Pembeli
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kios Kaos, Rumah Kebaya dan Tenun Ikat NTT yang berlokasi di Jalan Frans Seda ini tidak hanya menyediakan tenunan tradisional, tetapi juga moderen.
Hal ini dilakukan karena pilihan dikembalikan ke pasar. Pengusaha tidak bisa terlalu idealis.
"Kita siapin saja semuanya mana yang lebih laris. Bukan berarti sama sekali kita tidak memerhatikan tenun tradisional, malahan kita menghimpun beberapa UKM untuk memproduksi tenun ikat, dan pengrajin-pengrajin kecil, mama di kampung juga kita beli hasip tenunnya," kata Owner Kios Kaos, Rumah Kebaya dan Tenun Ikat NTT, Ny Dian Jimmy, Rabu (3/7/2019).
Menurut Ny Dian, tidak usah terlalu hebih dengan adanya tenunan moderen, biarkan pasar yang memilih. Pembeli kalau mau dapat gengsi pasti memilih tenun asli, tradisional. Tetapi bagaimana dengan masyarakat yang memiliki pendapatan tidak terlalu besar.
• 5 Nama Berpotensi Jadi Capres 2024, Siapa Saja? Ini Hasil LSI Denny JA
• Begini Kronologis hingga Korban Serangan Babi Hutan di Lereng Gunung Slamet Akhirnya Meninggal
• Begini Pengakuan Suami asal Bangkalan-Madura Ajak Istri yang Hamil 6 Bulan Curi Motor
Maka dari itu pengusaha tidak bisa menyiapkan yang tradisional saja.
"Kalau cece di tengah-tengah. Kami juga dengan tenun tradisional tidak menutup mata, tetap dirangkul memberi ruang. Tapi keinginan pasar untuk memilih tenun moderen besar sekali," ujarnya.
Ia mengatakan sekarang orang baru idealis bicara tenun ikat, baru sekarang saja.
"Kita yang mengkoleksi sekian lama tahun, kita tidak pernah bicara soal itu tapi langsung action, mencinta tenun ikat tidak hanya bilang stop jiplak, karena jepara sendiri motifnya sudah macam-macam. Tidak sumba saja," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati