Rianto Jati Mengaku Habiskan Rp 50.000 Setiap Hari Untuk Beli Sirih dan Pinang

Rianto Jati (40),salah satu penikmat sirih pinang asal Kabupaten Sumba Timur, menghabiskan Rp 50.000 setiap hari untuk membeli sirih dan pinang

Penulis: Robert Ropo | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ ROBERT ROPO
Para penjual sirih pinang sedang melayani pembeli. 

Rianto Jati Mengaku Habiskan Rp 50.000

Setiap Hari Untuk Beli Sirih dan Pinang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Rianto Jati (40) adalah salah satu penikmat sirih pinang asal Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT mengaku menghabiskan Rp 50.000 setiap hari untuk membeli sirih pinang.

Selama sehari, Rianto mengaku menghabiskan uang minimal Rp 50.000 untuk membeli sirih pinang.

"Saya ini memang suka sekali makan siring pinang, kalau sehari tidak makan sirih pinang saya rasa tidak ada gairah hidup. Di rumah saya ada banyak keluarga saya juga jadi saya habiskan bisa sampai 50 ribu rupiah untuk setiap hari,"ungkap Rianto kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (2/7/2019) siang.

Parade 1000 Periuk Tanah Akan Meriahkan Festival Literasi Nagekeo

Sirih dan Pinang untuk Silaturahmi

Rianto juga mengatakan makan siring pinang ini juga merupakan tradisi orang Sumba umumnya, dan khusus Sumba Timur bukan hanya disaat setiap kali upacara adat, tetapi setiap hari harus di makan sebab sirih pinang ini selain untuk  makanana juga sebagai simbol untuk terima tamu.

Penikmat sirih pinang lainya asal Sumba Timur Nikson Bili Lelu (46) juga mengaku ia sangat suka memakan sirih pinang. Sehari ia bisa menghabiskan Rp 20.000 untuk biaya membeli sirih pinang.

Menurutnya, sirih pinang ini juga wajib pada urusan-urusan keluarga apalagi ada urusan-urusan pesta adat, dan acara-acara lainya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved