Menyambut HUT ke-68, Paroki Sang Penebus Wara Waingapu Gelar Turnamen Bola Voli Antar Umat Beragam

diikuti oleh 18 tim dengan 10 tim putra dan 8 tim putri dari perwakilan gereja kristen Katolik, gereja kristen Protestan, dan para remaja mesjid

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si sedang memukul gong tanda membuka kegiatan turnamen Bola Voli. 

Menyambut HUT ke-68, Paroki Sang Penebus Wara  Waingapu Gelar Turnamen Bola Voli Antar Umat Beragama

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU----Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Paroki Wara Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Keuskupan Weetabula yang ke-68, sekaligus pesta pelindung paroki Sang Penebus Mahakudus Wara yang jatuh pada tanggal 21 Juli 2019, Paroki Sang Penebus Wara Waingapu menggelar turnamen pertandingan bola voli antar umat beragama.

Pertandingan bola voli itu diikuti oleh 18 tim dengan 10 tim putra dan 8 tim putri dari perwakilan gereja kristen Katolik, gereja kristen Protestan, dan para remaja mesjid di Kota Waingapu dan sekitarnya.

Kegiatan itu berlangsung sejak tanggal 1 sampai 15 Juli 2019 bertempat di lapangan bola voli SMA Katolik Andaluri, Kota Waingapu.

Burung Merpati Jayabaya Dibeli Rp 1 Miliar, Ini Kelebihan dan Keunggulan Burung ini

Kecelakaan Lali Tewaskan Istri Mantan Sopir Jokowi di Solo, Begini Kronologinya

Kepoin Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 2 Juli 2019 Capricorn Lupakan Masa Lalu Pisces Ditabok Mantan

Adapun turnamen bola voli itu dibuka oleh bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, Senin (1/7/2019) sore.

Hadir dalam acara pembukaan itu, Pastor Paroki Sang Penebus Wara Waingapu Pater Lino Maran, CSsR, Pastor Paroki MBSM Kambajawa, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Waingapu Theodora Usfunan, SH, Wakapolres Sumba Timur Kompol Vitalis Nggoang H. Sobak, Danki Brimob Den A Pelopor Waingapu Iptu Maxon Mutu Pabundu, mewakili Danramil Kota Waingapu Sersan Mayor Rafael Tende, dan sejumlah undangan lainya.

Moderator OMK paroki Sang Penebus Waingapu Pater Yusuf Freinademetz H. Uran, CSsR ketika ditemui POS-KUPANG. COM, Senin (1/7/2019) malam mengatakan pihak Paroki menggelar pertandingan bola voli antar umat beragama itu dalam rangka pesta ulang Tahun Paroki yang ke-68, sekaligus pesta pelindung Sang Penebus Mahakudus Wara yang jatuh pada tanggal 21 Juli 2019.

Pater Freinademetz juga mengatakan,  selain perlombaan eksternal berupa turnamen bola voli, juga ada perlombaan internal berupa lomba nyanyi solo, lomba goyang kreatif antar lingkungan dan stasi, lomba baca puisi antar ibu-ibu lingkungan dan Stasi. 

Perlombaan untuk anak-anak berupa temu minggu dan sekami berupa lomba mewarnai dan mazmur, serta donor darah.

Ashanty Kaget:Lalu Malah Bertannya yang Gugat Rp 9,4 Miliar Tuh Siapa?

Kepoin Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 2 Juli 2019 Capricorn Lupakan Masa Lalu Pisces Ditabok Mantan

Denada Bawakan Hadiah Shakira saat jenguk di Polis, Jerry Aurum Pecah Tangisannya

Pater Freinademetz juga mengatakan untuk perlombaan internal  dengan tujuan untuk membangun keaktifan semua umat paroki di lingungan maupun stasi.

Sedangkan perlombaan eksternal berupa pertandingan bola voli antar umat beragama untuk menjalin persahabatan, persaudaraan dengan umat-umat dari agama lain.

"Karena kami melihat paroki Wara belum menyelenggarakan kegiatan seperti ini, sehingga kami mau Paroki Wara adalah paroki besar mau turut ambil bagian dalam persaudaraan di Sumba Timur,"tutup Pater Freinademetz.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora dalam sambutanya saat membuka kegiatan itu mengatakan, pertandingan bola voli antar umat beragama ini merupakan hal yang sangat luar biasa.

HUT Ke-73 Bhayangkara, Polres Lembata Lepas Personil Purna Tugas

Macan Kemayoran Persija Kehilangan Dua Pemain Bomber Jelang Laga vs PSS Sleman, Ini Pemainnya

Kata Gidion, pertandingan antar umat beragama seperti pertandingan bola kaki se-Sumba yang digelar oleh Pemuda GKS Payeti yang sudah berjalan bertahun-tahun sejauh ini masih sangat aman.

"Ini merupakan sebuah ernergi budaya sosial yang sangat kuat bagi kita untuk masyarakat di Sumba Timur dan tidak ada di tempat lain,"ungkap Gidion.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved