Breaking News

Ratusan Wanita Buka Ajang Cari Jodoh, Begini Tradisi Unik Pulau Buton Usai Rayakan Idul Fitri

Salah satu tradisi yang menarik pada saat Hari Raya Idul Fitri dimiliki daerah Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

Editor: Alfred Dama
Twitter @ILOVEKOTABAUBAU
Tradisi Kamomose 

Ratusan Wanita Buka Ajang Cari Jodoh, Begini Tradisi Unik Pulau Buton Usai Rayakan Idul Fitri

POS KUPANG.COM -- Perayaan Hari Raya Idul Fitri mengandung banyak tradisi di dalamnya yang telah diwariskan oleh para leluhur kita.

Di Indonesia, setiap daerah memiliki tradisi Idul Fitri yang khas dan berbeda.

Salah satu tradisi yang menarik pada saat Hari Raya Idul Fitri dimiliki daerah Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

Melansir dari Kompas.com (5/6/2019) ketika Idul Fitri berlangsung, ratusan wanita muda dengan menggunakan pakaian adat duduk memanjang hingga sepanjang seratus meter.

Kembali, Para Pemuda Gereja Berkaus Aku Kancamu Saat Shalat Id di Yogyakarta

Sering Berhijab, Bernarkah Celine Evangelista Sudah Mualaf dan Tinggalkan Katolik?

Ramalan Zodiak Besok Kamis 6 Juni 2019 Aries Banyak Duit Capricorn Patah Hati Leo Cinta Mulai Goyah

Hebat, 3 Lagu BTS Masuk Playlist NASA untuk Misi Penerbangan ke Bulan

Di depan wanita muda tersebut terdapat sebuah baskom besar yang di dalamnya terdapat lilin.

Ratusan lelaki baik tua maupun muda berjalan mengelilingi wanita muda tersebut sambil melempar kacang ke dalam baskom depan para wanita muda tersebut.

Jangan heran, kegiatan tersebut merupakan tradisi kamomose atau tradisi mencari jodoh yang dilakukan masyarakat Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

Twitter @hudadee8
Tradisi Kamomose

"Kamumose ini sebagai ajang untuk mencari jodoh. Biasanya di dalam ajang ini kalau didapat seorang wanita, maka si lelaki memberitahukan kepada orangtuanya telah menemukan wanita yang disukainya," kata seorang tokoh masyarakat Kecamatan Lakudo, Adam, Rabu (20/6/2018) malam.

Tradisi mencari jodoh tersebut telah ada sejak lama dan biasanya dilaksanakan usai Idul Fitri dan Idul Adha.

Terlihat ratusan pemuda ikut memeriahkan tradisi mencari jodoh tersebut dengan membeli kacang disekitar lokasi ajang tradisi kamomose.

Usai membeli kacang, para pemuda kemudian berjalan mengeliling wanita muda yang telah mengenakan pakaian adat buton sambil melempar kacang kedalam baskom.

Selain kacang, terdapat pula benda lainnya seperti uang, minuman ringan, snack dan lainnya.

"Kalau yang dilempar kacang (maka) itu umum, tapi kalau dilempar itu minuman, atau diberikan uang, berarti lelaki itu punya maksud terhadap wanita muda tersebut," ujar Adam.

Seorang warga Lakudo, Hasirudin, mengaku sudah sering mengikuti tradisi kamumose namun belum menemukan jodoh yang tepat.

"Sudah sering kali ikut (tradisi kamomose) karena di kampung sendiri. Sampai sekarang belum juga menemukan (jodoh) yang tepat," ucap Hasirudin.*

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved