Suara Marsel Petu Menggelegar Ketika Jasadnya Memasuki Pintu Kantor Bupati Ende

Suara Almarhum Ir. Marsel Petu tiba-tiba menggelegar ketika jasadnya memasuki Pintu Kantor Bupati Ende, Kamis (30/5/2019).

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ Romualdus pius
Jazad Ir. Marsel Petu Diusung Dibawa Ke Pekuburan Untuk Dimakamkan, Rabu (2952019). 

Suara Marsel Petu Menggelegar Ketika Jasadnya Memasuki Pintu Kantor Bupati Ende

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE- Suara Almarhum Ir. Marsel Petu tiba-tiba menggelegar ketika jasadnya memasuki Pintu Kantor Bupati Ende, Kamis (30/5/2019).

Sontak suara itu membuat kaget para undangan yang terdiri dari para pejabat pemerintah di Provinsi NTT seperti para Bupati dan Walikota maupun DPRD serta jajaran Muspida Provinsi NTT dan Muspida Kabupaten Ende maupun warga Kabupaten Ende. 

Suara itu memang suara almarhum semasa hidup yang sebelumnya telah direkam dan sengaja diperdengar ulang pada saat jazadnya dibawa masuk kedalam Kantor Bupati Ende.

Vikjen Keuskupan Agung Ende: Marsel Petu Sudah Terbebas Dari Politik

Dalam rekaman itu terdengar suara Ir. Marsel Petu yang menyapa dalam bahasa daerah.

Hal yang memang kerap dilakukan oleh Ir Marsel Petu semasa hidup sebagai suatu bentuk kearifan lokal dan penghormatan kepada leluhur nenek moyang.

Pantuan Pos Kupang seusai dilakukan misa Requin di Gereja St Yoseph Freidementz Mautapaga jazad Ir. Marsel Petu dibawa menuju ke Kantor Bupati Ende guna dilakukan upacara kedinasan yang dipimpin oleh Gubernur NTT, Victor Laiskodat.

Dalam upacara kedinasan tersebut tampak hadir para pejabat tingkat Provinsi NTT seperti Wakil Gubernur NTT, Yos Nae Soi dan Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno dan Wakapolda NTT, Brigjen Jhoni Hasadoma juga para Bupati dan Walikota dari beberapa kabupaten di NTT.

Usai dilakukan upacara kedinasan jazad Ir. Marsel Petu dibawa ke pekuburan Paroki Onekore, Ende untuk dimakamkan.

Vikjen Keuskupan Agung Ende Pimpin Misa Requin Untuk Bupati Ende Marsel Petu

Sementara acara pelepasan jazad Ir Marsel Petu secara kedinasan berlangsung hikmat yang ditandai dengan penampilan ratusan siswa/i di Kota Ende dengan busana daerah membawa repilka Burung Garuda Pancasila.

Replika tersebut diusung tinggi ketika jazad Ir Marsel Petu dibawa masuk maupun keluar dari Kantor Bupati Ende.

Tangisan warga maupun ASN yang hadir tidak terbendung ketika jazad Ir Marsel Petu yang diusung secara bergantian oleh 21 orang camat di wilayah Kabupaten Ende maupun Sat Pol PP memasuki Kantor Bupati dan hendak dibawa ke pekuburan Onekore.

Ratusan anak sekolah dan warga tampak berjejer di sepanjang jalan melepas kepergian Ir Marsel Petu yang dibawa untuk dimakamkan di Pekuburan Paroki Onekore, Ende. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved