7 Fakta Kerusuhan Aksi 22 Mei, Mengapa Banyak Remaja Ikut Terlibat?
7 Fakta Kerusuhan Aksi 22 Mei, Mengapa Banyak Remaja Ikut Terlibat? Simak Foto-Fotonya!
POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Demonstrasi menentang hasil rekapitulasi Pilpres 2019 di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, berujung ricuh.
Aksi damai yang dimulai sejak Selasa (21/5/2019) siang dan berakhir pada malam hari, disusupi sekelompok orang yang melakukan provokasi dan akhirnya berakhir rusuh.
Kerusuhan masih berlanjut hingga Rabu (22/5/2019), meluas dari depan Kantor Bawaslu hingga ke kawasan Tanah Abang, Jalan Sabang, dan Asrama Brimob di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat.
Namun dari hasil wawancara dan foto-foto yang diperolehTribunnews.com, banyak diantara perusuh adalah anak remaja dan bahkan beberapa diantaranya di bawah umur.
Dikutip dari Kompas.com, di sekitar kantor Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu), Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) pagi, sejumlah anak remaja dan di bawah umur berkumpul.
Massa mayoritas memakai baju putih sembari membawa bendera.
Mereka juga menyanyikan yel-yel "Pak polisi jangan takut", juga menyerukan "kami bertaruh untuk negara".
Sebagian massa merupakan anak yang masih di bawah umur.
• Lailatul Qadar, Ini Tanda-tandanya Pada Malam Ganjil di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
• Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka Datang dari Sandiaga Uno, Cawapres Prabowo Subianto
• Polisi Tetapkan 257 Tersangka Provokator Kerusuhan Aksi Jakarta, Disetting di Sunda Kelapa
Massa terlihat duduk-duduk dan berdiri di sekitar lampu lalu lintas MH Thamrin dan memenuhi satu ruas jalan.
Salah satu perwakilan massa mengaku mereka merupakan massa gabungan dari bererapa wilayah yakni Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat.

"Kami berkumpul mau ikut aksi massa. Presiden ganti saja simpel," ucapnya.
Dari foto-foto yang diperoleh Tribunnews.com terlihat banyak anak remaja ikut aksi.
Sejumlah korban rusuh yang dilarikan ke rumah sakit juga beberapa diantaranya anak remaja.
Dari puluhan korban luka yang dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, lima di antaranya adalah pelajar SMK.
Mereka mengalami luka tembak di bagian dada, pinggul, dan pantat.