Pengrajin Tempe Bakunase Mengaku Sudah Minta Air bersih di Pemerintah

Pengrajin tempe Bakunase mengaku terpaksa gunakan air selokan untuk produksi tempe karena tak ada air bersih

Pengrajin Tempe Bakunase Mengaku Sudah Minta Air bersih di Pemerintah
Tribunnews.com
Tempe 

Pengrajin Tempe Bakunase Mengaku Sudah Minta Air bersih di Pemerintah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG– Para pengrajin tempe lokasi produksi RT.11/RW.04 kelurahan Bakunase Kecamtan Kota Raja Kota Kupang mengakui bahwa mereka memang menggunakan air selokan untuk mencuci bahan baku tempe dalam proses produksi mereka.

Hal ini mereka lakukan karena tidak tersedianya air bersih untuk produksi tempe di tempat itu.

Kepada POS-KUPANG.COM, Melki (48), salah satu pengrajin tempe menyampaikan bahwa mereka telah berusaha untuk meminta akses air bersih ke wilayah mereka kepada Pemerintah Kota Kupang, namun hingga saat ini permintaan tersebut belum terealisasi.

BREAKING NEWS: Pengrajin Tempe Bakunase Gunakan Air Selokan Untuk Produksi Tempe

Mereka bahkan telah membentuk kelompok hanya sekedar untuk memenuhi syarat membuka jaringan air leding dari PDAM ke wilayah mereka sejak tujuh tahun lalu, namun hingga kini proses dan hasilnya menguap begitu saja.

Untuk menggunakan air tanah dengan sumur pun diakui, debit air untuk sumur di wilayah tersebut sangat kecil apalagi jika memasuki musim kemarau.

Tambahan lagi jika sumur tersebut digali sekitar area selokan yang membelah perkampungan warga, maka kualitasnya akan sama dengan air selokan.

Hari Patimura ke-202 - Gubernur NTT Terima Obor Patimura, Ini Pesannya Kepada Iwasma

Oleh karena itu, mereka kembali meminta kepada Pemerintah Kota Kupang untuk memperhatikan dan membantu akses mereka terhadap air bersih agar mereka bisa menggunakannya untuk proses produksi tempe.

Pasalnya, penhiduan mereka seluruhnya bergantung pada usaha tersebut.

“kami bukan tidak mau menggunakan air bersih, tapi kami minta ke pemerintah sampai sekarang tidak terealisasi,” ujar Melki.

Oknum Pengacara Pokrol di Maumere Beracara di Balik Layar

Ia mengaku, bersama para pengrajin di wilayah itu mendambakan air bersih untuk wlayah mereka.

Diakuinya, ada beberapa kendala yang mereka alami, diantaranya jika akan menggunakan tengki, akses jalan ke perkampungan mereka hanya berupa jalan kampong yang lebarnya tidak sampai dua meter dengan jarak sekira lebih dari 200 meter. Itu diakui, sulit untuk mengakses tangki.(*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved